Minggu, 19 Mei 2019

Konfigurasi DNS Server pada Debian 9

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai konfigurasi DNS Server yang akan kita install di Linux Debian 9. 

DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang berfungsi menerjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke IP. Contohnya seperti google.com, facebook.com, dan lain-lain.

Didalam DNS yang kita ketikkan itu, nantinya akan diubah menjadi alamat IP komputer atau situs yang dituju. Jadi kita tak perlu menghafal alamat IP yang tentunya lebih sulit dibandingkan dengan menghafal DNS.

1. Konfigurasi IP Address server, dengan mengedit file /etc/network/interfaces.


 Masukkan IP Address dan subnet, serta gateway dari jaringan.


Jika IP sudah disetting, restart service networking dengan memasukkan perintah berikut.


Pastikan service tersebut sudah aktif. Untuk mengeceknya masukkan perintah berikut.

2. Konfigurasi repository. Edit file /etc/apt/source.list, dan tambahkan link repository berikut.



3. Untuk tahap yang ini hanya opsional saja, jika kita gagal saat melakukan update paket dari repository, arahkan DNS client pada server kita ke DNS Google yaitu 8.8.8.8. Tambahkan alamat tersebut pada file /etc/resolv.conf.



Lakukan pengecekan dengan melakukan ping ke google.com

4. Update paket-paket pada server dengan menggunakan perintah berikut.


Biasanya update paket ini lumayan memakan waktu jika koneksi internet sedang tidak stabil. Jadi para admin server harap bersabar :)


5.  Kemudian install Net-Tools.


Cek IP Address dengan perintah ifconfig

6. Install BIND (Berkeley Internet Name Domain), yang merupakan sebuah software yang biasa digunakan untuk membuat DNS pada OS Linux.


7. Setelah BIND terinstall, masuk ke direktori /etc/bind/, kemudian edit file named.conf.local


8. Tambahkan 2 zone pada file tersebut, satu untuk forward dan satu lagi untuk reverse domain. Dalam 1 zone tersebut, isi 3 baris skrip yang berisi nama domain (yang atas) atau Network ID yang diketik dengan pola terbalik dari oktet ke 3 (yang bawah), type, dan file yang akan diisi forward dan reverse domain (untuk file ini nanti akan kita buat :D ).


9. Edit file named.conf.options pada direktori yang sama, dan tambahkan IP gateway dari server Debian kita.




10. Copy file db.local, dan beri nama file sesuai yang kita arahkan pada forwarder domain di step ke 8 (file "/etc/bind/ujian;).


11. Edit file yang sudah dicopy tersebut.


Ganti skrip yang semula "localhost" menjadi nama domain yang kita masukkan pada zone di step ke 8 (disitu saya masukkan domain smkbisa.net). Dan masukkan juga IP Address dari server Debian kita.


12. Copy file db.127, dan beri nama file sesuai yang kita arahkan pada reverser domain di step ke 8 (file "/etc/bind/ip;).


13. Edit file yang sudah dicopy tersebut.


Sama seperti sebelumnya, ganti skrip yang semula "localhost" menjadi nama domain yang kita masukkan pada zone di step ke 8 (disitu saya masukkan domain smkbisa.net).

14. Edit file /etc/resolv.conf untuk menambahkan DNS yang kita buat.


Masukkan domain, dan IP Address server Debian kita.


15. Sebelum mengecek DNS yang kita buat, restart terlebih dahulu service BIND dengan perintah berikut.


Dan pastikan service tersebut sudah aktif, dengan menggunakan perintah berikut.

16. Agar dapat mengecek informasi DNS menggunakan dig dan nslookup, maka kita perlu menginstall terlebih dahulu dnsutils dengan perintah berikut.


17. Kemudian lakukan pengecekan DNS dengan menggunakan perintah dig dan nslookup, dan pastikan Answer Section pada dig sudah memunculkan IP Address dari server DNS kita.




KONFIGURASI 2 NAME SERVER
1. Edit file /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan 1 domain forwarder lagi.

2. Copy file db.local, dan beri nama file sesuai yang kita arahkan pada forwarder domain di step pertama (file "/etc/bind/ujian1;). Kemudian edit file tersebut.


3. Ganti skrip yang semula "localhost" menjadi nama domain yang kita masukkan pada zone di step pertama (disitu saya masukkan domain daniel.ac.id).


4. Edit file ip yang sudah kita copy sebelumnya yang digunakan untuk me-reverse domain.


Kemudian tambahkan NS dan PTR untuk domain 1 dan 2. SOA yang diatas kita ganti localhost saja.


5. Edit file /etc/resolv.conf untuk menambahkan DNS yang kita buat.

Masukkan domain yang baru kita tambahkan.


6. Sebelum mengecek DNS yang kita buat, restart terlebih dahulu service BIND dengan perintah berikut.


 Dan pastikan service tersebut sudah aktif, dengan menggunakan perintah berikut.

7. Kemudian lakukan pengecekan DNS dengan menggunakan perintah dig dan nslookup, dan pastikan Answer Section pada dig sudah memunculkan IP Address dari server DNS kita.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar