Senin, 30 Juli 2018

15 Menu pada Server Configuration



Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas tentang 15 menu Server Configuration yang terdapat di Windows Server 2016. Kita akan menjalankan perintah tersebut melalui Terminal atau cmd/command prompt.

1. Kita buka Terminal atau cmd/command prompt dengan menekan windows+R, kemudian ketik cmd dan tekan Enter.




2. Kemudian cmd pun terbuka. Beginilah tampilan dari cmd, hanya berupa teks. Dan untuk mengoperasikannya, kita harus menggunakan command yang dimengerti oleh si cmd ini. Jika kita salah memasukkan command, maka output tidak akan keluar. Kemudian ketik sconfig pada cmd untuk masuk ke menu Server Configuration, dan tekan Enter.




3. Sekarang kita telah masuk di menu Server Configuration, menu yang digunakan untuk mengkonfigurasi server. Untuk masuk ke salah satu menu, silahkan ketik angka yang mewakili menu tersebut kemudian tekan Enter. Terdapat 15 konfigurasi pada menu ini. Mari kita bahas satu per satu.



a. Domain/Workgroup


Digunakan untuk masuk ke Domain/Workgroup yang telah terdaftar. Setelah masuk ke menu ini, kita diharuskan memilih untuk join ke domain atau ke workgroup. Disini saya memilih domain. Kemudian isi nama domain, dan user. Kemudian Enter.




Karena domain belum dibuat, maka muncul pesan error seperti dibawah ini, klik OK saja.



b. Computer Name

Menu ini memungkinkan kita untuk mengubah nama komputer sesuai keinginan kita. Saat kita masuk ke menu tersebut, kita harus memasukkan nama baru untuk komputer kita. Kemudian tekan Enter



Kemudian kita diharuskan untuk me-restart PC untuk menerapkan perubahan nama komputer tadi. Pilih Yes dan PC pun akan restart.




Jika muncul pesan error seperti ini, berarti anda salah memasukkan nama komputer. Nama komputer harus berupa huruf (bisa besar atau kecil) atau bisa juga perpaduan huruf dan angka. Tidak boleh menggunakan spasi, jika ingin memisahkan huruf/angka, gunakan saja underscore atau biasa disebut dengan garis bawah.



Jika muncul pesan error seperti ini, silahkan cek kembali nama komputer anda. Apakah masih ada yang salah atau tidak.



Untuk melihat nama komputer yang telah dirubah, silahkan masuk ke cmd/command prompt dan ketik whoami. Nanti akan muncul nama komputer yang baru.



Atau bisa juga pada menu Server Configuration, ketik sconfig pada cmd, kemudian akan terlihat nama baru komputer kita.



c. Add Local Administrator

Untuk menambah admin lokal yang dapat mengakses server. Saat kita masuk ke menu ini, kita diharuskan untuk memasukkan akun untuk join ke grup admin lokal.



 Ketik nama akun, kemudian Enter. Masukkan password untuk akun tersebut. Kemudian Enter.


(NB : Saat memasukkan password, terkadang tidak ada output seperti bintang, ataupun password yang kita ketik. Itu tidak perlu dihiraukan. Ketik saja password anda, kemudian tekan Enter jika telah selesai. Saat anda mengetik, password sebenarnya sedang dimasukkan, hanya saja tidak ada outputnya).



Kemudian muncul pesan yang menginformasikan bahwa perintah yang kita jalankan telah sukses. Klik OK.



d. Configure Remote Management

Untuk mengaktifkan dan menonaktifkan remote.




Disini saya akan menonaktifkan remote. Setelah masuk ke menu, pilih nomor 2 yaitu Disable Remote Management. Kemudian akan muncul pesan yang menginformasikan bahwa perintah kita telah sukses dijalankan. Klik OK.



Dan remote pun telah dinonaktifkan. Atau pada konfigurasi ini tertulis Disabled.



Jika kita ingin mengaktifkan remote nya lagi, silahkan pilih nomor 1 pada menu Configure Remote Management, yaitu Enable Remote Management. Seperti pada gambar dibawah ini.



e. Windows Update Settings

Pengaturan tentang pembaruan/update Windows. Disini terdapat 3 pilihan, yaitu:
1. Automatic (Update Windows secara otomatis, sistem akan melakukan pengecekan dan pemasangan/install update setiap hari pukul 03.00),
2. Download Only (Hanya mengunduh/download, sistem akan melakukan pengecekan dan pengunduhan/download update),
3. Manual (Update Windows secara manual, sistem tidak akan melakukan pengecekan, pengunduhan/download, dan pemasangan/install update).
 
Jika ingin update secara otomatis, silahkan pilih menu Automatic dengan mengetik huruf A, kemudian Enter.




Jika hanya ingin mengunduh update (tanpa pemasangan), silahkan pilih menu Download Only dengan mengetik huruf D, kemudian Enter.




Jika ingin melakukan update secara manual, silahkan pilih menu Manual dengan mengetik huruf M, kemudian Enter.



f. Download and Install Updates


Untuk mengatur pengunduhan/download dan pemasangan/install update. Saat kita masuk ke menu ini, kita akan diberikan 2 pilihan, yaitu ingin update secara keseluruhan (All) atau hanya update yang direkomendasikan (Recommended).




Pada gambar dibawah ini, saya memilih Recommended updates only atau hanya update yang direkomendasikan dengan mengetik huruf r. Karena tidak ada yang akan diupdate, maka saya kembali ke menu Server Configuration dengan mengetik huruf r yang berarti return.



g. Remote Desktop

Untuk mengatur pemberian izin kepada client untuk me-Remote Desktop.


Disini saya akan memberikan izin pada client untuk me-Remote Desktop. Masuk ke menu Remote Desktop dengan mengetik angka 7, kemudian ketik huruf e untuk enable, kemudian pilih menu 1 untuk mengizinkan client. Menu 1 memiliki keamanan yang lebih baik dibanding menu 2.




Kemudian muncul notifikasi seperti dibawah ini, yang menandakan bahwa client telah diizinkan untuk melakukan Remote Desktop.



Untuk mencabut izin client, silahkan ketik d untuk disable saat masuk ke menu Remote Desktop.

h. Network Settings


Untuk men-setting Network Adapter, setting DNS Server, dan menghapus settingan DNS. Setelah masuk ke menu ini, kita masukkan indeks yang akan diubah. Disini saya pilih indeks 0, kemudian Enter.




Disini kita pilih nomor 1, kemudian pilih Static dengan mengetik huruf s, kemudian isi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway.



Setelah itu, kita setting DNS. Yang pertama isi dulu bagian Preferred DNS Server. Kemudian Enter.



Yang kedua, isi bagian Alternate DNS Server. Kemudian Enter.



i. Date and Time


Untuk mengatur tanggal dan waktu (jam, menit, sampai detik) seperti pada Windows GUI biasa. Ketik 9 kemudian Enter.





Pada tab dibawah ini, klik pada Change date and time untuk merubah tanggal dan waktu.







Pada tab ini, kita sudah bisa mengatur tanggal dan waktu secara manual (bisa diotak-atik sesuai keinginan kita). Jika sudah selesai, klik OK.



j. Telemetry Settings


Untuk berpartisipasi dalam perbaikan/pengembangan Windows Server. Jika kita berpartisipasi, Windows akan mengumpulkan dan mengupload informasi statistik mengenai sistem kita kepada Microsoft.

Informasi lebih lanjut, silahkan visit https://go.microsoft.com/fwlink/?Linkld=811315.
Sedangkan untuk informasi Windows Privacy, silahkan visit https://go.microsoft.com/fwlink/?Linkld=734730.

Ketik angka 10 kemudian Enter untuk masuk ke menu ini. Dan pilih Yes untuk berpartisipasi.




k. Windows Activation


Untuk melihat informasi lisensi, melihat aktivasi Windows, dan memasukkan product key. Ketik 11 untuk masuk ke menu ini, kemudian Enter.



Untuk melihat informasi lisensi, masuk ke menu 1, yaitu Display License Info. Begini tampilannya.




Untuk melihat aktivasi Windows, masuk ke menu 2, yaitu Activate Windows. Begini tampilan pada menu ini.




Untuk memasukkan product key, masuk ke menu 3, yaitu Install Product Key. Kemudian, silahkan masukkan product key jika kita memilikinya.



l. Log Off User


Untuk keluar dari akun yang sedang kita gunakan. Ketik angka 12, kemudian Enter. Kemudian kita tinggal pilih, ingin keluar atau tidak. Pilih Yes untuk keluar.



m. Restart Server


Untuk memulai ulang/restart server. Caranya sama seperti diatas ketika ingin Log Off User, ketik angka 13, kemudian Enter. Kemudian kita tinggal pilih, ingin me-restart atau tidak. Pilih Yes untuk restart.



n. Shut Down Server


Untuk mematikan server. Caranya sama seperti diatas ketika ingin Log Off User atau Restart Server, ketik angka 14, kemudian Enter. Kemudian kita tinggal pilih, ingin mematikan server atau tidak. Pilih Yes untuk mematikan server/Shut Down.



o. Exit to Command Line


Untuk kembali ke cmd / keluar dari Server Configuration. Begini tampilan ketika kita sudah keluar dari Server Configuration dan kembali ke cmd.


Selasa, 24 Juli 2018

Instalasi Windows Server 2016






Windows Server 2016 (sebelumnya dirujuk sebagai Windows Server vNext) adalah sistem operasi server yang akan datang yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari keluarga sistem operasi Windows NT, dikembangkan bersamaan dengan Windows 10. Versi pratayang awal pertama (Pratayang Teknis) telah tersedia pada tanggal 1 Oktober 2014 bersama dengan pratayang teknis dari System Center, dan saat ini berada dalam tahap pengujian beta publik. Tanggal rilis final untuk sistem operasi server ini diharapkan akan dirilis pada awal tahun 2016, yaitu, tidak dirilis bersamaan dengan sistem operasi klien Windows 10 seperti yang terjadi dengan tiga angka terakhir rilis sistem operasi. 

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang langkah-langkah instalasi Windows Server 2016 ini.

Untuk minimum system requirements (spesifikasi minimum), yaitu:
- 1.4 GHz 64-Bit Processor
- 512 MB RAM, dan 2 GB RAM untuk instalasi berbasis GUI (Graphical User Interface)
- 32 GB Harddisk Space
- Graphic Device and monitor capable of Super VGA (1024 x 768) atau lebih tinggi
- Keyboard dan mouse



Mari kita mulai ...

1. Disini saya menggunakan software VirtualBox dalam instalasi Windows Server 2016, dan membuat 2 network interface (satu ke internet, dan satu lagi ke LAN). Maka sebelum mulai, saya atur Adapter Network pertama pada settingan Bridged Adapter, dan Adapter Network kedua pada settingan Internal Network.

Perlu diperhatikan, untuk yang install menggunakan VirtualBox seperti saya, settingan spesifikasi PC virtual harus disesuaikan dengan spesifikasi minimum (minimum system requirements).

Untuk yang ingin install secara langsung di real device / PC / Laptop, bisa langsung skip panduan VirtualBox ini dan lanjut ke langkah selanjutnya.

(NB : VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows).




2. Memasuki awal instalasi, akan muncul menu seperti dibawah ini. Kita harus memilih bahasa (pilih English (United States)), format waktu (pilih zona waktu kita, yaitu Indonesia), dan input keyboard kita pakai yang standar saja yaitu US. Kemudian Next.



3. Klik Install Now.



4. Kemudian akan muncul pilihan sistem operasi. Pada menu ini, kita pilih sistem operasi nomor 2 dari atas, yaitu Windows Server 2016 Standard Evaluation (Desktop Experience). Sistem operasi ini menggunakan basis GUI (Graphical User Interface), yang mana tampilan GUI merupakan tampilan Desktop yang mudah dioperasikan.

(NB : Pada Windows Server 2016 ini, kita tidak bisa merubah server Core menjadi GUI. Maka dari itu, jika kita ingin menggunakan GUI, kita harus memilih fitur GUI saat instalasi (pada step nomor 4 ini). Info lebih lanjut, silahkan visit https://docs.microsoft.com/en-us/windows-server/get-started/system-requirements).



5. Centang kolom I accept the license terms. Yang menandakan bahwa kita telah menyetujui lisensi dari sistem operasi tersebut.



6. Kemudian akan muncul menu yang berisi pilihan tipe instalasi. Pilih menu Custom: Install Windows Only (Advanced) karena kita baru melakukan instalasi yang pertama kali.



7. Nah, sekarang mari kita atur partisi (bagian) harddisk. Yang bertujuan untuk memisahkan antara sistem operasi pada komputer dengan media penyimpanan data. Pada tab dibawah ini, klik pada Drive 0 Unallocated Space, kemudian klik New untuk membuat partisi baru.

(NB : Total Size harddisk disini bervariasi, tidak selalu tetap 306.0 GB seperti punya saya. Total size tergantung pada kapasitas total harddisk yang terpasang pada PC anda. Atau jika menggunakan VirtualBox seperti saya, yaa tergantung pada settingan awal saat kita membuat sistem operasi baru).



8. Atur size untuk partisi disk C, disini saya alokasikan sebesar 102400 MB atau setara dengan 100 GB. Kemudian klik Apply.



9. Kemudian muncul notifikasi seperti ini, klik OK saja.



10. Partisi C telah selesai dibuat, masih tersisa 206.0 GB lagi. Mari kita alokasikan ke partisi D. Caranya sama seperti tadi, klik New.

(NB : Kenapa partisi 2 / C tidak full 100 GB?? Karena 500 MB nya sudah dialokasikan untuk system reserved secara otomatis tanpa perlu kita atur).



11. Jika sisa kapasitas harddisk ingin dialokasikan ke partisi D semua, langsung klik Apply saja tanpa mengatur sizenya lagi. Namun jika ingin menambah partisi lagi, silahkan tentukan berapa kapasitas untuk partisi D, dan berapa kapasitas untuk partisi selanjutnya, kemudian klik Apply.



12. Jika harddisk telah selesai dipartisi (tidak ada lagi harddisk yang belum dipartisi / Drive 0 Unallocated Space sudah tidak ada), selanjutnya klik Next.



13. Tunggu hingga proses instalasi selesai.



14. Setelah instalasi selesai, PC akan langsung restart dengan sendirinya (otomatis). Setelah restart, kita akan diminta untuk memasukkan password. Gunakan password dengan perpaduan simbol, huruf, dan angka agar kemanan tetap terjaga.



15. Kemudian tekan Ctrl+Alt+Delete untuk membuka kunci (unlock).



16. Masukkan password sesuai dengan yang tadi telah dimasukkan (poin ke 14).




17. Akhirnya kita telah masuk ke Desktop. Nanti Server Manager akan muncul dengan sendirinya, atau bisa juga dengan meng-klik ikon Server Manager tersebut pada Taskbar.