Senin, 13 Januari 2020

Lomba Ketangkasan Jaringan DIRHUBAD 2019



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ..

Pada kesempatan kali ini, saya tidak membahas tentang materi terlebih dahulu, namun saya akan membagikan pengalaman saya saat mengikuti kompetisi yang diadakan oleh Direktorat Perhubungan Angkatan Darat yang dilaksanakan tanggal 20 - 21 November 2019 di Pusdikhub Kodiklatad Cimahi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 38 peserta yang terdiri dari TNI, SMK, dan komunitas. Untuk materi yang dilombakan lebih kepada keamanan jaringan dan ketangkasan, yang mana semua mata perlombaan dibuat simple tetapi mengandalkan kecepatan, ketepatan, dan ketelitian dalam menyelesaikan setiap mata lomba tersebut. Terdapat 7 mata lomba yang harus diikuti. Pemenang lomba ditentukan oleh akumulasi point yang didapat dari setiap lomba yang diikuti.


HARI PERTAMA

Selasa, 19 November 2019 seluruh peserta diharapkan hadir di tempat perlombaan paling lambat pukul 15.00 WIB untuk mengikuti Technical Meeting yang akan dilaksanakan pukul 16.00 WIB. Kami berangkat dari sekolah kami, SMK Negeri 1 Kota Bekasi sekira pukul 10.15 WIB menuju stasiun Bekasi yang berjarak kira-kira 7 KM, dan naik kereta api menuju stasiun Cimahi. Pukul 11.03 WIB kereta api berangkat, perjalanan hanya menempuh kurang dari 3 jam karena kereta tidak berhenti lagi di stasiun manapun (kecuali jika tertahan sinyal). Perjalanan lancar dan nyaman tanpa kendala apapun, mungkin masalah sinyal HP saat memasuki jalur pegunungan di jalur Purwakarta-Padalarang membuat komunikasi sedikit terganggu. Pukul 13.30 WIB kereta tiba di Cimahi, dan kami melanjutkan perjalanan ke Pusdikhub Kodiklatad menggunakan mobil. Sebelumnya kami mengira bahwa tempatnya jauh dari stasiun, namun ternyata sangat dekat, bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki.

Setibanya di Pusdikhub, kami pun segera melakukan registrasi dan menuju ke penginapan yang disediakan oleh panitia. Penginapan yang disediakan merupakan barak militer, dengan single bed yang terjajar rapi tanpa sekat. Kami kebagian menginap di barak Gatot Subroto. Barak tersebut memiliki aula yang luas dan ruangan kamar yang panjang. Tidak terdapat kipas angin apalagi AC, namun kondisi alam kota Cimahi yang sejuk sudah cukup nyaman bagi kami. Tak lama setelah tiba disana kami melaksanakan solat ashar, dilanjutkan dengan Technical Meeting (akan disingkat TM) pukul 16.00 di aula Diponegoro yang berjarak 200 meter dari barak Gatot Subroto. Yang dibolehkan masuk ke ruangan hanya 2 orang, karena itu saya tetap di barak sembari istirahat dan menjaga barang-barang. Saat itu juga hujan turun dengan derasnya disertai angin kencang, kondisi barak saat itu seketika gelap, sunyi, dan dingin. Karena pintu dan jendela barak sengaja dibuka (mungkin supaya ada udara masuk), saat itu juga pintu dan jendela barak saling bertumburan karena kencangnya angin hingga ada 1 jendela yang kacanya pecah akibat kerasnya tumburan tersebut. Kondisi itu tidak berlangsung lama, pukul 17.15 TM selesai dan teman-teman kembali dari ruangan TM menuju ke barak untuk menceritakan hasil dari TM tersebut. Setelah TM, tidak ada kegiatan lain selain istirahat, solat, dan makan. Waktu-waktu lengang tersebut kami manfaatkan untuk mengulas materi dan mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba pada keesokan harinya.



HARI KEDUA

Setelah 7 jam tidur dalam suasana nyaman dan sejuk, kami bangun pukul 4.00 untuk solat subuh dan mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.

Hari itu, Rabu 20 November 2019 merupakan hari pertama pelaksanaan lomba di Pusdikhub. Terdapat 5 mata lomba yang harus diikuti dari pagi hingga malam hari. Lomba pertama hingga keempat dilaksanakan di aula Diponegoro, yang pada hari sebelumnya digunakan untuk TM. Sedangkan lomba kelima dilaksanakan di lingkungan Pusdikhub. Lomba pertama yaitu tes tertulis, terdiri dari 25 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 1 jam. Dari 38 peserta, sekolah kami dan SMK Negeri 1 Cimahi mendapatkan poin tertinggi dengan nilai 92. Hal ini tentu menjadi penyemangat kami dalam meneruskan lomba berikutnya. Setelah solat Dzuhur dan makan siang, dilanjutkan dengan mata lomba kedua yaitu Basic Configuration, hanya sedikit peserta yang mampu menyelesaikannya. Kami hanya mendapatkan 10 poin dari mata lomba tersebut karena kehabisan waktu. Namanya memang Basic Configuration, tetapi tidak seperti basic yang kita pelajari di SMK atau sewaktu training MikroTik. Peserta diharuskan untuk terkoneksi ke sebuah AP dengan SSID yang disembunyikan (hide) dengan SSID dan IP yang sudah ditentukan, kemudian mengakses sebuah website yang dibuat oleh panitia dan memasukkan nomor dan nama peserta di website tersebut sebagai tanda bahwa peserta telah berhasil melakukan konfigurasi. Peserta yang tidak selesai, diharuskan untuk menyelesaikan mata lomba tersebut karena konfigurasi pada router akan digunakan dimata lomba berikutnya.

Setelah solat Ashar dilanjutkan dengan lomba ketiga yaitu Who is the Attacker, dalam mata lomba ini diperlukan cara yang tepat untuk mencatat 20 IP penyerang dalam 15 menit. Tim kami dapat memaksimalkan lomba tersebut dan berhasil mencatat 20 IP sehingga mendapat 100 poin. Dibutuhkan kecepatan, ketepatan, dan ketelitian dalam lomba ini, karena si penyerang hanya mengirimkan paket sebesar 10 MB ke 2 interface dalam waktu 10 detik. Yang keempat yaitu Stay Logged In, yang mana kita harus login ke router dan mempertahankan kedudukan kita sebagai admin di router tersebut, serta mencegah peserta lain untuk login. Dalam lomba ini kita hanya mendapat 50 poin karena tak bisa login. Semua interface kecuali interface si admin yang login sudah di disable olehnya sehingga peserta lain tak dapat login dengan cara apapun. 

Setelah itu peserta ishoma dari maghrib hingga ba'da 'Isya, dan dilanjutkan dengan lomba yang terakhir dihari itu, yaitu Find the Access Point. Peserta harus mencari 3 AP dari 10 AP yang tersebar di lingkungan Pusdikhub dengan ketentuan yang telah diberikan. Lomba ini sangat menantang karena dilakukan dimalam hari, di lingkungan Pusdikhub yang luas dan minim penerangan. AP sengaja diletakkan di tempat tersembunyi untuk melatih ketangkasan peserta. Dari 7 titik AP yang saya telusuri, hanya 2 AP yang saya temukan. 1 diantaranya merupakan AP target dari tim saya yang diletakkan di dekat gerbang utama Pusdikhub.  


HARI KETIGA

Kamis, 21 November 2019 merupakan hari terakhir kegiatan. Hanya tinggal 2 mata lomba yang harus dilewati dari pukul 08.00 hingga menjelang Dzuhur. Mata lomba keenam yang kami ikuti ialah Making Big Pipe, yaitu membuat link Point to Point menggunakan antena MikroTik SXT. Lomba keenam ini dilaksanakan di lapangan Pusdikhub, jarak antara point satu ke point yang lain (AP dengan stationnya) sekitar 50 meter, dan antena dipasang sekitar 2 meter dari permukaan tanah. Dari hasil pemasangan link tersebut, pemenangnya ialah tim yang mampu menghasilkan troughput, ping statistic, dan ping average terbaik. Dan lomba terakhir adalah First Access to the Router, yang mana terdapat 5 router yang harus dikonfigurasi agar kita dapat mengakses router yang ujung. Batas waktunya ialah 10 menit, dan kami berhasil login ke router ujung pada menit ke-7.

Setelah perlombaan selesai, kami pun solat Dzuhur dan makan siang. Kemudian mengikuti penutupan kegiatan dan pengumuman pemenang pada pukul 14.00 WIB (lambat 1 jam dari jadwal kumpul). Pemenang pertama dari lomba tersebut adalah dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto, kedua dari Batalyon Perhubungan, dan ketiga dari SMK Negeri 1 Nglegok Blitar. Sedangkan kami sendiri berada di urutan ke-13 dari 38 peserta. Selanjutnya semua peserta foto bersama di halaman depan Pusdikhub, dan langsung berkemas untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Kereta kami dijadwalkan berangkat dari stasiun Cimahi pukul 18.30, rencananya dari ashar sampai menjelang maghrib akan kami habiskan untuk istirahat dan prepare di barak Gatot Subroto. Namun, karena barak akan dibersihkan oleh siswa Pusdikhub, maka kami tak bisa berlama-lama disana, sehingga kami harus meninggalkan Pusdikhub lebih awal. Sepertinya kami adalah peserta terakhir yang keluar dari barak tersebut, peserta lain sudah meninggalkan barak sejak ashar atau sejak kegiatan selesai. 

Pukul 16.30 kami meninggalkan lingkungan Pusdikhub menuju stasiun Cimahi. Waktu keberangkatan masih 2 jam lagi, kami membeli sedikit cemilan di stasiun untuk menemani perjalanan pulang. Dan juga kami sengaja jalan-jalan ke sebuah perlintasan kereta api di sebelah barat stasiun Cimahi untuk sekedar nonton kereta yang lalu lalang disana. Pukul 17.45, kami cetak tiket dan ternyata sudah bisa boarding masuk ke stasiun, sehingga kami bisa melaksanakan solat maghrib disana. Tak lama setelah selesai solat maghrib, kereta pun tiba dari arah Bandung bersamaan dengan datangnya kereta dari arah Jakarta. Saya sendiri kebagian duduk dengan seorang bapak yang ramah dan nampak nyaman dengan keberadaan saya (maksudnya tak terganggu kalau saya sering bolak-balik :D). Perjalanan pulang sangat berbeda dengan perjalanan berangkat. Pemandangan di kaca kereta terlihat gelap dan hanya kelihatan sedikit cahaya dari rumah warga dan kendaraan, berbeda dengan saat berangkat yang mana keindahan bumi Priangan Barat dapat dilihat dengan jelas di sepanjang jalur Purwakarta-Padalarang. Sinyal HP pun mulai melemah saat melewati stasiun Padalarang, saat kereta memasuki jalur pegunungan. Setelah 3 jam duduk menikmati fasilitas di kereta, akhirnya pukul 21.15 kereta tiba di stasiun Bekasi. Disana kami berpisah, menuju kediaman masing-masing untuk beristirahat dan mengisi kembali tenaga karena keesokan harinya kami sudah harus masuk sekolah (dan juga harus mengikuti ujian praktek agar nilai tidak kosong :D). Dispensasi diberikan sampai tanggal 21, tapi Alhamdulillah berkat izin Allah semua diberi kesehatan dan kekuatan sehingga bisa masuk sekolah untuk mengikuti ujian.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut tak dapat dilupakan. Selain mendapatkan materi baru, kami juga jadi tahu bagaimana kehidupan TNI di tempat pendidikannya. Dari pagi hingga malam pasti ada saja kegiatan lari keliling Pusdikhub sambil bernyanyi dengan suara lantang dan derap langkah yang seirama. Adat mereka saat bertemu para senior juga sangat kental, sangat disiplin dan menghargai waktu. Solat 5 waktu tak pernah mereka tinggalkan dari Subuh hingga 'Isya. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala kenikmatan ini, yang mana tak ada yang bisa memberikan rezeki dan kenikmatan yang berlimpah kepada makhluk-Nya, tak ada satupun yang dapat menyaingi-Nya. Juga kepada guru kami, Ibu Nikmah Daulae atas kesempatan yang sangat berharga ini, mempersiapkan semuanya dengan sangat baik sehingga kami dapat mengikuti kegiatan tersebut. Juga kepada pihak Direktorat Perhubungan Angkatan Darat dan Citraweb, telah membuka peluang kepada kawan-kawan SMK dan komunitas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga bisa menjadi tolak ukur bagi keahlian masing-masing peserta. Juga kepada orang tua dan teman-teman atas do'a dan dukungan yang diberikan. Tanpa izin dan do'a serta ridho dari orang tua, mustahil saya bisa mengikuti kegiatan ini tanpa ada kendala.