Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang File Server dan cara konfigurasinya.
Sebelumnya, apa itu File Server?
File Server adalah sebuah komputer terpasang ke jaringan yang memiliki tujuan utama memberikan lokasi untuk akses disk bersama , yaitu penyimpanan bersama file komputer (seperti dokumen, file suara, foto, film, gambar, database,dll) yang dapat diakses oleh workstation yang melekat pada jaringan komputer.
Manfaat file server adalah dapat menghemat penggunaan resources
atau sumber daya, khususnya media penyimpanan. Selain itu, karena
penyimpanan data dilakukan secara terpusat dan tidak tersebar pada
beberapa mesin, maka penggunaan data menjadi lebih mudah dan aman.
1. Buka Server Manager, kemudian klik Add Roles and Features pada bagian Manage.
2. Pada bagian Before You Begin, ada 3 hal yang harus dicek untuk dapat melanjutkan. Yaitu:
- Akun harus memiliki password yang kuat
- Settingan network, seperti IP Address telah dikonfigurasi
- Pembaruan keamanan (Security Update) dari Windows Update telah terpasang
Jika sudah, klik Next untuk melanjutkan.
3. Pada bagian
Installation Type, pilih yang pertama, yakni
Role-based or feature-based installation.
4. Disini kita memilih server tujuan, klik Select a server from the server pool, kemudian klik pada server yang ada. Kemudian klik Next untuk melanjutkan.
5. Kemudian pilih role File Server Resource Manager. Role ini terdapat di File and Storage Service > File and iSCI Services.
6. Kemudian muncul pop up yang berisi informasi tentang fitur yang akan dipasang. Klik Add Features untuk menambahkan fitur.
7. Bisa kita lihat, fitur File Server Resource Manager telah ditambahkan. Klik Next untuk melanjutkan.
8. Pada bagian ini, kita skip saja. Tidak ada fitur yang akan ditambahkan.
9. Pada bagian konfirmasi ini, jika sudah yakin ingin menginstall, silahkan klik
Install.
10. Penginstalan sudah dimulai, tunggu sekejap hingga selesai.
11. Jika proses instalasi telah selesai, klik
Close untuk keluar.

Fungsinya adalah untuk membatasi besaran data yang masuk ke direktori kita. Jika pada suatu folder, folder tersebut dapat menampung sebanyak-banyak dan sebesar-besarnya data hingga harddisk penuh, namun tidak demikian jika kita sudah mengkonfigurasi quota. Besaran data yang masuk ke sebuah folder dapat dibatasi, dan jika sudah melebihi batasannya, data tak akan bisa masuk ke folder tersebut walau harddisk belum penuh.
Untuk cara konfigurasinya, silahkan ikuti langkah-langkah dibawah ini.
1. Untuk memulai konfigurasi Quota ini, kita masuk ke
File Server Resource Manager yang tadi telah kita install. Menu tersebut tersedia pada tab
Tools.
2. Kemudian klik pada
Quota Management.
3. Dan klik pada
Quota Templates.
4. Disini terlihat ada banyak template default yang sudah ada, dengan berbagai kapasitas dan tipe nya.
Karena kita ingin membuat template yang baru, maka klik pada
Create Quota Template.
5. Pada tab dibawah ini, kita diminta untuk mengisi nama template, deskripsi, dan limit / batasan dari template tersebut lengkap dengan satuannya.
Kemudian klik
Add untuk menambahkan notifikasi.
6. Di tab
E-mail Message, kita bisa mengatur kemana notifikasi akan dikirim, dan kapan saatnya notifikasi itu harus dikirim. Secara default, notifikasi akan dikirim jika quota telah terisi sebanyak 85% dari jumlah yang ditentukan.
7. Kemudian kita pindah ke tab
Event Log. Saat kita ingin pindah, biasanya muncul peringatan seperti dibawah ini.
Peringatan ini berisi bahwa tidak ada server SMTP yang dikonfigurasi untuk mengirim notifikasi dan laporan penyimpanan melalui e-mail. Konfigurasi akan tetap berlangsung, tapi
File Server Resource Manager akan gagal mengirim e-mail selama SMTP server yang valid sudah dikonfigurasi.
Klik
Yes untuk melanjutkan.
8. Pada tab
Event Log, centang pada
Send warning to event log agar aktivitas dapat terpantau di
Event Viewer.
9. Pada tab
Report, kita dapat menentukan laporan apa saja yang akan dibuat. Centang pada
Generate Reports, dan pilih jenis laporan.
Jika semua tab sudah dikonfigurasi, klik OK.
10. Jika muncul pesan seperti ini lagi, klik
Yes saja untuk melanjutkan.
11. Terlihat bahwa notifikasi telah dikonfigurasi. Klik OK untuk melanjutkan.
12. Pada
Quota Templates, dapat dilihat bahwa template yang tadi kita buat, telah ditambahkan.
13. Selanjutnya kita membuat quota. Klik pada folder
Quotas dan klik
Create Quota.
14. Sebelum melanjutkan, kita buat dulu salah satu folder untuk menjadi path Quota kita.
15. Disini kita arahkan path ke folder yang tadi kita buat. Kemudian kita pilih template yang tadi telah kita buat juga. Kemudian klik
Create jika telah selesai.
16. Akhirnya quota telah selesai dikonfigurasi. Dapat dilihat hasilnya pada folder quota di
File Server Resource Manager.
VERIFIKASI PADA SERVER
1. Sekarang kita coba tambahkan sebuah file ke folder yang kita batasi quotanya. Disini saya akan menambahkan sebuah file yang berukuran lebih dari 100MB.
Kita lihat, apakah bisa folder tersebut menerima file ini?
2. Bisa kita lihat, folder tersebut menolak file yang saya tambahkan. Akan muncul peringatan bahwa folder Quota Aplikasi tidak memiliki space yang cukup. Karena sebelumnya, folder Quota Aplikasi tersebut kita batasi hanya menampung data sebanyak 100MB saja.
3. Sekarang mari kita coba uji folder tersebut dari client. Agar dapat diakses client, terlebih dahulu folder tersebut di
Sharing. Klik
kanan pada folder, kemudian pilih
Properties.
4. Menu
Properties telah terbuka, kemudian kita klik pada tab
Sharing, dan klik
Advanced Sharing.
5. Beri centang pada bagian
Share this folder, kemudian kita konfigurasi
Permissions untuk mengijinkan Administrator untuk mengakses folder.
6. Disini kita akan menambahkan satu user, yaitu Administrator. Klik
Add untuk menambahkan user.
7. Karena belum ada user, maka klik
Advanced untuk mencari user.
8. Klik
Find Now untuk mencari user.
9. Kemudian klik pada user yang akan ditambahkan. Kemudian klik OK.
10. User telah ditambahkan. Klik OK untuk melanjutkan.
11. Kemudian centang pada
Full Control agar user dapat mengubah folder.
12. Klik OK.
13. Karena konfigurasi telah selesai, maka kita klik
Close untuk keluar dari
Properties.
VERIFIKASI PADA CLIENT
1. Terlebih dahulu, firewall pada client kita matikan.
2. Kemudian ketik IP Server, dan nanti akan terlihat folder yang telah kita
Sharing. Format untuk mengetik IP yaitu \\(IP Server), contoh: \\172.16.6.1
3. Selanjutnya kita coba membuat sebuah folder pada folder Quota Aplikasi yang tadi kita
Sharing.
- KONFIGURASI FILE SCREENING
Fungsi dari
File Screening ini adalah untuk menyeleksi ekstensi file yang masuk ke folder. Jadi dapat diatur, ekstensi mana yang diizinkan dan yang tidak diizinkan.
1. Buka
File Server Resource Manager, kemudian klik pada
File Screening Management.
2. Kemudian klik pada
File Groups.
3. Dapat kita lihat, ada beberapa group yang dimana setiap group yang ada memiliki ekstensi file yang berbeda-beda.
Kita coba membuat group baru, klik pada
Create File Group.
4. Pada tab ini, isi nama group, dan isi ekstensi file yang boleh dan yang tidak boleh ditambahkan ke folder nanti.
Include diisi oleh ekstensi yang
tidak boleh masuk ke folder.
Exclude diisi oleh ekstensi yang
boleh masuk ke folder.
5. Oke, group yang tadi kita buat sudah terdaftar di File Group.
6. Selanjutnya kita buat template untuk file screening ini. Klik pada
Create File Screen Template.
7. Pada tab
Settings, isi nama template, pilih
Active Screening, dan pilih file group yang tadi kita buat.
8. Pada tab
Event Log, centang pada
Send warning to event log. Kemudian klik OK.
9. Oke, template telah terdaftar di
File Screen Templates.
10. Klik pada
File Screen. Barulah disini kita konfigurasi
File Screen. Buat file screen baru dengan meng-klik pada
Create File Screen.
11. Sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya, terlebih dahulu kita buat sebuah folder untuk dijadikan path File Screen.
12. Pada tab ini, arahkan path ke folder yang tadi kita buat. Kemudian pilih
Derive properties from this file screen template, kemudian pilih template yang tadi kita buat.
Jika sudah, klik
Create.
13. Akhirnya konfigurasi File Screen telah selesai. File Screen yang baru kita buat sudah terdaftar.
VERIFIKASI PADA SERVER
1. Sekarang kita coba tambahkan file berformat .exe ke folder File Screen.
2.
File Screen berhasil, file berformat .exe tidak bisa masuk ke folder tersebut. Harus ada izin agar file tersebut bisa masuk.
3. Sekarang kita coba tambahkan file berformat .txt, apakah bisa masuk?
4. Ya, file berformat .txt bisa masuk ke folder File Screen.
5. Peringatan file yang tidak boleh masuk ke folder, dapat dilihat di
Event Viewer.
6. Kemudian masuk ke
Windows Logs.
7. Kemudian masuk ke
Application.
8. Peringatan tersebut biasanya dengan Source SRMSVC dengan Event ID 8215, seperti pada gambar dibawah ini.
- KONFIGURASI STORAGE REPORT
Fungsinya adalah untuk membuat laporan penyimpanan. Laporannya nanti bisa kita atur, akan disajikan dalam format apa, laporan apa yang akan dibuat, dan akan dibuat di partisi mana.
1. Buka
File Server Resource Manager, kemudian klik kanan pada
Storage Reports Management, dan pilih
Generate Reports Now.
2. Pada tab
Settings, pilih reports yang akan dilaporkan nanti. Disini saya centang pada
Duplicate Files, File Screenings Audit, Large Files, dan
Quota Usage.
Kemudian pilih format laporan yang akan kita terima, disini saya tambahkan format HTML.
3. Pada tab
Scope, klik
Add untuk menambahkan lokasi folder.
4. Disini saya pilih Local Disk (C:). Kemudian klik OK.
5. Lokasi folder telah ditambahkan. Klik OK untuk melanjutkan.
6. Kemudian akan muncul sebuah peringatan, pilih
Wait for reports to be generated and then display them (tunggu laporan yang akan dibuat, kemudian tampilkan)
, untuk melihat laporan dengan segera. Kemudian klik OK.
7. Tunggu hingga laporan penyimpanan selesai dibuat.
8. Kemudian cari lokasi dimana laporan itu dibuat. Dan kita coba buka salah satu file yang terbesar (Large Files).
9. File terbesar akan dilaporkan dalam bentuk HTML seperti pada gambar dibawah ini.
- KONFIGURASI FILE MANAGEMENT TASK
Fungsi dari
File Management Task ini adalah untuk memindahkan file yang sudah kadaluarsa, ke tempat lain agar penyimpanan pada suatu direktori tidak penuh. Biasanya dijalankan pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari penuhnya sebuah direktori dari berbagai data yang disimpan.
Untuk konfigurasinya, silahkan ikuti langkah-langkah dibawah ini.
1. Buka
File Server Resource Manager, dan klik pada
File Management Task.

2. Kemudian kita buat
File Management Task yang baru, dengan klik pada
Create File Management Task.
3. Pada tab
General, isi nama task dan deskripsinya. Isi terserah anda.
4. Pada tab
Scope, klik
Add untuk menambahkan folder.
5. Kemudian cari dan klik pada folder tersebut. Disini saya akan memilih folder Download sesuai deskripsi yang saya buat di poin 3. Kemudian klik OK.
6.
Scope telah ditambahkan. Selanjutnya kita masuk ke tab
Action.
7. Pada tab Action, pilih tipe file. Kemudian klik Browse untuk mencari direktori folder tujuan kita untuk menyimpan file yang kadaluarsa.
8. Sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya, terlebih dahulu kita buat folder untuk menyimpan file yang dipindahkan dari folder Download, dan akan ditandari sebagai file yang kadaluarsa.
9. Kemudian cari dan pilih folder yang tadi kita buat. Kemudian klik OK.
10. Direktori sudah diarahkan ke folder tujuan. Selanjutnya kita lanjut ke tab
Notification.
11. Pada tab ini, klik
Add untuk menambahkan notifikasi.
12. Secara default, Advance notification adalah 15. Disini kita rubah saja menjadi 0 agar action dapat dilakukan secepatnya.
13.
Notification telah dibuat. Selanjutnya kita masuk ke tab
Report.
14. Pada tab ini, cukup centang pada format HTML agar laporan bisa disajikan dalam format tersebut.
15. Pada tab
Condition, centang pada tiga tab seperti dibawah ini.
16. Pada tab Schedule, kita tentukan jam berapa proses akan berjalan (running), setiap minggu (Weekly), atau setiap bulan (Monthly). Dan pilih setiap hari apa.
Disini saya atur pada jam 12.00 setiap minggu pada hari Rabu. Kemudian klik OK.
17. Ya, konfigurasi telah selesai. Saatnya kita lakukan Verifikasi.
VERIFIKASI
1. Dapat dilihat dibawah ini, ada 4 file yang terdapat di folder Download. Kita coba apakah konfigurasi File Management Task yang kita kerjakan dapat berjalan atau tidak.
2. Klik kanan pada File Management Task yang tadi kita buat, kemudian klik pada Run File Management Task Now.
3. Kemudian akan muncul pop-up seperti dibawah ini. Pilih yang kedua, yaitu Wait for the task to complete. Agar task dapat dijalankan saat itu juga. Kemudian klik OK.
4. Setelah task berjalan, akan muncul laporan dalam bentuk HTML. Yang berisi bahwa task telah dijalankan pada waktu tersebut dan dengan besar file yang dipindahkan.
5. Kita coba buka folder tempat kita memindahkan file tersebut.
Akhirnya semua file telah dipindahkan.
Dan folder
Download pun telah kosong (
empty).
6. Untuk melihat
Event Log, silahkan buka
Event Viewer.
7. Kemudian buka
Windows Log.
8. Pilih
Application.
9. Dan cari peringatan (
Warning) seperti gambar dibawah ini, dengan Event ID 8244.