Kamis, 27 September 2018

Konfigurasi VoIP Menggunakan 3 VLAN

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang konfigurasi VoIP menggunakan 3 VLAN. 

1. Buat topologi seperti pada gambar dibawah ini.


Kita gunakan 1 Router 2811, 1 Switch 2960-24TT, 3 IP Phone 7960, dan 3 PC.




2. Agar IP Phone dapat menyala, colokkan Power Adapter pada setiap IP Phone.




Sebelum ...



Sesudah ...




Dan seluruh IP Phone akan menyala, dan terhubung ke setiap port yang terhubung dengannya. 


3. Disini kita mulai konfigurasi Switch. Karena saya akan menggunakan Laptop untuk konfigurasi, maka hubungkan dulu Laptop dengan Switch dengan kabel Console.




4. Kemudian masuk ke Terminal untuk memulai konfigurasi.




5. Beri identitas pada Switch dan VLAN dengan perintah seperti dibawah ini.



Switch>enable 
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z. 
Switch(config)#hostname SW-01 
SW-01(config)#vlan 10 
SW-01(config-vlan)#name DATA 
SW-01(config-vlan)#exit 
SW-01(config)#vlan 20 
SW-01(config-vlan)#name VOICE 
SW-01(config-vlan)#exit 
SW-01(config)#vlan 30 
SW-01(config-vlan)#name MANAGEMENT 
SW-01(config-vlan)#exit

6. Aktifkan interface VLAN 30, dan berikan IP Address


SW-01(config)#interface vlan 30 
SW-01(config-if)# 
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan30, changed state to up 

SW-01(config-if)#ip address 192.168.30.2 255.255.255.0 
SW-01(config-if)#no shutdown 
SW-01(config-if)#exit


7. Masukkan default gateway, dan aktifkan mode Trunk pada interface yang mengarah ke Router. 



SW-01(config)#ip default-gateway 192.168.30.1 
SW-01(config)#interface fa0/1 
SW-01(config-if)#switchport mode trunk 
SW-01(config-if)#switchport trunk native vlan 30 
SW-01(config-if)#exit


8. Aktifkan VLAN 10 dan 20 pada Switch. Kemudian simpan hasil konfigurasi.



SW-01(config)#interface range fastethernet 0/2-4 
SW-01(config-if-range)#switchport access vlan 10 
SW-01(config-if-range)#switchport voice vlan 20 
SW-01(config-if-range)#exit 
SW-01(config)#do write 
Building configuration... 
[OK] 
SW-01(config)# 

9. Sebelum kita konfigurasi pada Router, kita pindahkan dulu kabel Console ke Router.



10. Beri identitas pada Router.



Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: no 


Press RETURN to get started! 



Router>enable 
Router#configure terminal 
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z. 
Router(config)#hostname R-01


11. Aktifkan interface yang mengarah ke Switch dan interface VLAN. Kemudian masukkan IP Address untuk interface VLAN 10, 20, dan 30.



R-01(config)#interface fastethernet 0/1 
R-01(config-if)#no shutdown 

R-01(config-if)# 
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up 

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up 

R-01(config-if)#exit 
R-01(config)#interface fastethernet 0/1.10 
R-01(config-subif)# 
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1.10, changed state to up 

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1.10, changed state to up 

R-01(config-subif)#encapsulation dot1Q 10 
R-01(config-subif)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 
R-01(config-subif)#exit 
R-01(config)#interface fastethernet 0/1.20 
R-01(config-subif)# 
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1.20, changed state to up 

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1.20, changed state to up 

R-01(config-subif)#encapsulation dot1Q 20 
R-01(config-subif)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0 
R-01(config-subif)#exit  
R-01(config)#interface fastethernet 0/1.30 
R-01(config-subif)# 
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1.30, changed state to up 

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1.30, changed state to up 

R-01(config-subif)#encapsulation dot1Q 30 native 
R-01(config-subif)#ip address 192.168.30.1 255.255.255.0 
R-01(config-subif)#exit


12. Setting IP DHCP untuk VLAN 10, dan IP Default Router VLAN 10. Dan masukkan IP Excluded (pengecualian), yaitu IP Default Router agar tidak dipakai oleh client.



R-01(config)#ip dhcp pool DATA 
R-01(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0 
R-01(dhcp-config)#default-router 192.168.10.1 
R-01(dhcp-config)#exit 
R-01(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 

13. Lakukan hal yang sama pada VLAN 20.


R-01(config)#ip dhcp pool VOICE 
R-01(dhcp-config)#network 192.168.20.0 255.255.255.0 
R-01(dhcp-config)#default-router 192.168.20.1 
R-01(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.20.1 
R-01(dhcp-config)#exit 
R-01(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.20.1 


14. Masukkan maksimal perangkat IP Phone, dan maksimal dial number. Serta masukkan IP Source (sumber) dari VLAN 20 dengan port 2000.


R-01(config)#telephony-service 
R-01(config-telephony)#max-ephones 3 
R-01(config-telephony)#max-dn 3 
R-01(config-telephony)#ip source-address 192.168.20.1 port 2000 
R-01(config-telephony)#exit 

15. Dan masukkan nomor untuk masing-masing IP Phone.


R-01(config)#ephone-dn 1 
R-01(config-ephone-dn)#%LINK-3-UPDOWN: Interface ephone_dsp DN 1.1, changed state to up 

R-01(config-ephone-dn)#number 1001 
R-01(config-ephone-dn)#exit 
R-01(config)#ephone-dn 2 
R-01(config-ephone-dn)#%LINK-3-UPDOWN: Interface ephone_dsp DN 2.1, changed state to up 

R-01(config-ephone-dn)#number 1002 
R-01(config-ephone-dn)#exit 
R-01(config)#ephone-dn 3 
R-01(config-ephone-dn)#%LINK-3-UPDOWN: Interface ephone_dsp DN 3.1, changed state to up 

R-01(config-ephone-dn)#number 1003 
R-01(config-ephone-dn)#exit 


16. Masuk ke salah satu PC.



17. Kemudian masuk ke IP Configuration, dan setting ke DHCP. Tunggu hingga PC berhasil mendapatkan IP Address.





18. Lakukan hal yang sama pada PC 3 dan PC 4. Hingga PC 2, 3, dan 4 mendapatkan IP Address.

19. Kemudian masukkan konfigurasi berikut untuk meregistrasi IP Phone.

R-01(config)#ephone 1 
R-01(config-ephone)#type 7960 
R-01(config-ephone)#button 1:1 
R-01(config-ephone)# 
%IPPHONE-6-REGISTER: ephone-1 IP:192.168.20.2 Socket:2 DeviceType:Phone has registered. 

R-01(config-ephone)#exit 
R-01(config)#ephone 2 
R-01(config-ephone)#type 7960 
R-01(config-ephone)#button 1:2 
R-01(config-ephone)# 
%IPPHONE-6-REGISTER: ephone-2 IP:192.168.20.4 Socket:2 DeviceType:Phone has registered. 

R-01(config-ephone)#exit 
R-01(config)#ephone 3 
R-01(config-ephone)#type 7960 
R-01(config-ephone)#button 1:3 
R-01(config-ephone)# 
%IPPHONE-6-REGISTER: ephone-3 IP:192.168.20.3 Socket:2 DeviceType:Phone has registered. 

R-01(config-ephone)#exit 
R-01(config)#

20. Kemudian kita coba melakukan panggilan dari IP Phone 2 ke IP Phone 3. 


Klik pada salah satu gagang telepon. Disini saya meng-klik gagang telepon IP Phone 2, untuk melakukan panggilan ke IP Phone 3.


Kemudian masukkan nomor IP Phone 3.




Lampu indikator IP Phone 3 akan berkedip, pertanda ada yang melakukan panggilan ke telepon tersebut. Angkat gagang telepon untuk menerima panggilan.




Yap, akhirnya IP Phone 2 dan IP Phone 3 dapat saling terhubung seperti pada gambar dibawah ini.




Untuk mengakhiri panggilan, tutup kedua gagang telepon.


21. Selanjutnya kita coba untuk melakukan ping antar PC. 





Disini saya akan ping dari PC 3 ke PC 2 dan PC 4.




Hasilnya, seluruh PC dapat terhubung.

Senin, 24 September 2018

Teknologi Komunikasi Data dan Suara

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Teknologi Komunikasi Data dan Suara. 

  • Sistem Komunikasi Data

Yaitu komunikasi yang mana informasi yang dikirimkan dan diterima berupa data digital (Contoh : Aplikasi Internetworking pada jaringan komputer). 
Komunikasi data merupakan gabungan dari teknik telekomunikasi dengan teknik pengolahan data.


Komponen komunikasi data adalah :
  1. Receiver / Penerima, piranti yang menerima data. (Contoh : komputer, handphone, laptop, dll).
  2. Sender / Pengirim, piranti yang mengirimkan data yang selanjutnya akan diterima oleh receiver. (Contoh : komputer, handphone, laptop, dll).
  3. Data / Pesan, informasi/data yang akan dipindahkan/dikirim oleh sender. (Contoh : teks, gambar, suara, video, dll).
  4. Media Transmisi / Media Pengiriman, media/saluran yang digunakan untuk memindahkan/mengirimkan data. (Contoh : Kabel, cahaya, gelombang magnetik, dll).
  5. Protocol, adalah aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih device agar dapat berkomunikasi.  Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju. (Contoh : IEEE 802.11 standar yang digunakan untuk jaringan local menggunakan wireless).

  • Sistem Komunikasi Suara
Yaitu jenis pengiriman informasi (komunikasi) yang hanya memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk suara (Contoh : Radio, Voice Mail, Telephone, dll). Keuntungan menggunakan fasilitas komunikasi audio adalah kita bisa berkomunikasi dengan seseorang di zona yang berbeda atau ditempat yang berbeda, tanpa harus berada di zona atau tempat yang bersamaan.
Audio dalam sistem komunikasi bercirikan video, sinyal elektrik digunakan untuk membawa unsur bunyi. Istilah ini juga biasa digunakan untuk menerangkan sistem-sistem yang berkaitan dengan proses perekaman dan transmisi yaitu sistem pengambilan/penangkapan suara, sambungan transmisi pembawa bunyi, amplifier dan lainnya.
Perangkat Komunikasi Audio yaitu:
    1. Audio CODEC : melakukan fungsi kompresi sinyal audio untuk penghematan bandwidth
    2. Audio Controller : melakukan fungsi kontrol terhadap pengaruh akustik yang tidak dikehendaki dari speaker terhadap mikropon seperti suara mencuit, echo dan lain-lain.
    3. Mikropon & Speaker : merupakan perangkat input/output dalam sistem audio

    • Macam Isyarat
      • Isyarat Analog

    Sinyal analog / Isyarat Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.

    Gelombang pada Sinyal Analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

    • Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
    • Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
    • Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

      • Isyarat Digital
    Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.Teknologi Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Sinyal Digital juga biasanya disebut juga Sinyal Diskret.

    Sistem Sinyal Digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nhlai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.

    Teknologi Sinyal Digital ini juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki olehTeknologi Sinyal Analog. Diantaranya adalah dibawah ini :


    • Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
    • Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
    • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
    • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
    Pada saat ini banyak teknologi-teknologi yang memakai Teknologi Sinyal Digital. Karena kelebihan kelebihannya, antara lain:


    1. Untuk menyimpan hasil pengolahan, sinyal digital lebih mudah dibandingkan sinyal analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat menggunakan media digital seperti CD, DVD, Flash Disk, Hardisk. Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik.
    2. Lebih kebal terhadap noise karena bekerja pada level ’0′ dan ’1′.
    3. Lebih kebal terhadap perubahan temperatur.
    4. Lebih mudah pemrosesannya. 

    • Prosesor Komunikasi 
    Prosesor komunikasi adalah peranti yang bertindak untuk melewatkan data/informasi ke media transmisi atau menerima informasi dari media transmisi . Sebagai contoh, modem (modulator-demodulator) adalah peranti yang memungkinkan data digital dalam pda bagian pengirim dapat dilewatkan ke media transmisi yang bersifat analog dan mengkonversi data analog yang berasal dari media transmisi menjadi data digital pada bagian penerima . Pada modem, bagian yang melakukan perubahan dari bentuk digital ke nalog disebut modulator dan bagian yang melakukan perubahan dari bentuk analog ke digital disebut modulator .

                Selain modem, prosesor komunikasi dapat berupa front-end processor, concentrator, dan multiplexer .

    ·         Front-end processor berupa suatu komputer yang ditujukan secara khusus untuk pengelolaan komunikasi dan dipasangkan ke komputer utama (host) pada sistem mainframe .

    ·            Multiplexer adalah peranti yang memungkinkan sebuah media transmisi daat dipakai untuk melewatkan data oleh sejumlah sumber secara serentak .

    ·    Concentrator adalah komputer yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan pesan-pesan secara sementara yang berasal dari sejumlah terminal sampai pesan-pesan tersebut siap untuk dikirimkan secara serentak ke host.

    • Kanal
    Pada komunikasi data, media transmisi sering dinyatakan dengan istilah rangkaian (circuit). Tergantung dari rangkaiannya, suatu rangkaian dapat mengandung satu atau beberapa kanal. Kanal menyatakan sebuah lintasan satu arah untuk mentransmisikan data.

    Sebagai analogi, kanal dapat dibayangkan sebagai jalur-jalur yang terdapat pada suatu jalan. Sebuah jalan bisa mengandung lebih dari 1 jalur.

    Media transmisi yang hanya mengenal sebuah kanal dikenal dengan istilah jalur-sempit (baseband), sedangkan media transmisi yang terdiri atas beberapa kanal biasa disebut jalur lebar (broadband).


    • Laju Data
    Kecepatan data dalam sistem komunikasi data biasanya dinyatakan dengan istilah berikut;


    1) Laju bit (bit rate)

    Bitrate merupakan satuan data yang dibaca oleh program dalam satu kali waktu. Semakin besar, seharusnya kualitas output yang dihasilkan semakin baik. Jika pada citra terdapat pixel maka audio menggunakan bitrate, bitrate merupakan jumlah bit yang dikirim dalam satuan detik, contohnya 192 kbps, berarti dalam satu detik file audio tersebut membaca informasi sebesar 192kb atau 24 kB.


    2) Laju baud


    Baud rate adalah jumlah kali per detik sinyaldalam perubahan data komunikasi analog.Misalnya, seribu baud rate berarti bahwa iadapat mengubah seribu kali per detik. Baudrate juga mengacu pada status koneksi,misalnya, tegangan, frekuensi atau fasetingkat. Dalam hal sangat sederhana, baud rate adalahkecepatan data yang dikirim. Baud rate dihubungkan dengan modem, televisi digital,telepon dan perangkat teknis lainnya. Baudrate yang lebih tinggi lebih disukai karena mengirim transmisi lebih cepat.

    Laju bit (sering kali di sebut laju data ) menyatakan jumlah bit per detik, sedangkan laju baud (seringkali di sebut baud saja) menyatakan kecepatan isyarat (baik analog atau pun) yang melalui kanal atau jumlah elemen isyarat per detik. Sebuah kanal yang memiliki baud b tidak selalu mentranmisikan b bit per detik, karena masing-masing isyarat bisa saja membawa beberapa bit. 

    Apabila setiap nilai amplitude menyatakan sebuah bit. (misalnya amplitudo positif menyatakan bit 1 dan amplitude negatif menyatakan bit 0), maka baud sama dengan laju bit. Namun bila terdapat empat macam tegangan yang digunakan untuk mereprensentasikan nilai biner 00 01, 10, dan 11(disebut dibits ), laju bit sebesar dua kali baud. Jika terdapat delapan macam tegangan, isyarat dapat di gunakan untuk membawa tiga buah bit. Pada keadaan seperti ini, laju bit adalah sebesar tiga kali laju baud. Sebagai contoh, sebuah modem dapat memudolasi sederet bit digital dan mengalirkan 2400 bit per detik dengan menggunakan isyarat berlaju sebesar 600 baud.

    sumber:

    Minggu, 23 September 2018

    Konfigurasi Remote Desktop Management

    Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Konfigurasi Remote Desktop Management. 

    Kayak gimana sih Remote Desktop itu?? 

    Layaknya remote yang sering kita pakai untuk mengganti channel pada TV, Remote Desktop juga demikian. Kita dapat mengontrol perangkat lain dengan perangkat yang kita punya, dan dalam jarak yang cukup jauh sekalipun. Jadi, kita seakan mengerjakan sebuah pekerjaan di depan komputer kantor, padahal kita sedang mengerjakannya di rumah. 

    Begitu ilustrasinya.

    Oke langsung saja kita masuk ke bagian konfigurasi nya.



    Menggunakan Remote Desktop pada Windows

    1. Aktifkan fitur Remote Desktop pada PC tujuan kita. Caranya, kita masuk ke Control Panel > System and Security > System > Remote Settings.




    2. Pada System Properties, masuk ke tab Remote. Kemudian pilih Allow remote connections to this computer, dan centang bagian Allow connections only from computers running Remote Desktop with Network Level Authentication (Recommended), untuk memberi izin koneksi ke PC tujuan kita ini.

    Kemudian klik Select Users untuk memilih user yang bisa melakukan Remote Desktop ke PC tujuan kita.



    3. Pada Remote Desktop Users, klik Add untuk menambahkan user yang bisa melakukan Remote Desktop ke PC ini.



    4. Ketik nama user yang akan melakukan Remote Desktop, kemudian klik OK.



    5. User telah ditambahkan, klik OK. Nantinya user ini bisa melakukan Remote ke PC tujuan kita.



    6. Matikan Firewall pada PC tujuan kita. Masuk ke Windows Firewall with Advanced Security.



    7. Dapat kita lihat, Firewall pada PC masih menyala. Pilih menu Turn Windows Firewall on or off, di menu tersebut kita akan mematikan Firewall.



    8. Klik pada Turn off Windows Firewall (not recommended) untuk mematikan Firewall pada Private dan Public Network. Kemudian klik OK.




    9. Oke, kita telah berhasil mematikan Firewall pada PC tujuan kita. Saatnya kita konfigurasi Remote Desktop pada PC yang akan melakukan Remote.





    Verifikasi dengan Client Windows 8.1

    1. Masuk ke menu Remote Desktop Connection untuk mengaktifkan Remote Desktop.




    2. Masukkan IP Address PC tujuan kita, disini IP Address saya adalah 172.16.6.3. Kemudian klik Connect.



    3. Masukkan user dan password PC tujuan kita. Kemudian klik OK.



    4. Kemudian muncul peringatan yang berisi bahwa identitas Remote Computer tidak bisa diverifikasi. Dan kita diberikan pilihan apakah kita ingin melakukan Remote meskipun sertifikat error?

    Klik yes untuk langsung terhubung ke PC tujuan kita.



    5. Ya, akhirnya PC tujuan kita dapat di Remote. Berikut ini adalah tampilannya.

    Pada bagian atas, terdapat bar informasi IP Address PC yang kita Remote. Dan untuk mengakhiri Remote Desktop, klik tanda silang pada sebelah kanan bar tersebut.





    Menggunakan Remote Desktop pada Chrome

    1. Pada konfigurasi ini, karena kita menggunakan internet sebagai media aksesnya, maka kedua PC harus dalam keadaan terhubung ke internet.

    Jika kita memakai VirtualBox, pastikan interface berada pada Bridged Adapter.




    2. IP Address telah disetting, dan gateway mengarah ke internet.



    3. Agar konfigurasi menjadi lebih mudah, kita Download dulu aplikasi Chrome pada PC kita. Klik YA untuk masuk ke website Chrome.

    Biasanya, ketika kita masuk ke domain google.com, akan langsung ada penawaran untuk memasang Chrome bagi yang di PC nya belum terdapat Chrome. Jadi, kita tidak perlu mencari aplikasi Chrome lagi di browser.



    4. Klik UNDUH CHROME untuk memulai download Chrome.



    5. Klik SETUJU DAN PASANG untuk memulai download Chrome. Dengan meng-klik opsi tersebut, berarti kita telah menyetujui persyaratan layanan Google Chrome.



    6. Tunggu hingga proses download selesai.



    7. Jika download telah selesai, klik Run untuk menjalankan Chrome di PC kita.



    8. Chrome telah terpasang pada PC kita.



    9. Baru disini kita mulai konfigurasi Remote Desktop Chrome. Sebelumnya, kita pasang terlebih dahulu fitur Remote Desktop Chrome pada PC kita.

    Ketik keyword remote desktop pada Google Chrome dan pilih web Chrome Desktop Jarak Jauh (jika kita pakai bahasa Indonesia) dari website Chrome.



    10. Klik + Tambahkan ke Chrome, untuk menambahkan fitur Remote Desktop Chrome.



    11. Muncul pop-up yang berisi bahwa apakah kita ingin menambahkan Chrome Desktop Jarak Jauh?

    Klik Add App untuk menambahkan.



    12. Pada bagian Chrome Apps, dapat kita lihat Remote Desktop Chrome telah ditambahkan. Klik pada icon tersebut.



    13. Klik Launch App untuk memasang Remote Desktop Chrome pada PC kita.



    14. Muncul pop-up yang berisi bahwa kita harus memperpanjang izin akses ke komputer kita.

    Klik Continue untuk melanjutkan.



    15. Masukkan email akun Gmail kita.



    16. Masukkan password



    17. Muncul pop-up yang berisi bahwa kita telah masuk ke akun Gmail, dan sinkronisasi pada akun kita dalam keadaan hidup. 

    Klik OK, GOT IT untuk melanjutkan.



    18. Kembali ke Google Chrome, kemudian klik Reload untuk mendownload ulang halaman.



    19. Muncul pop-up seperti pada poin 14, klik Continue untuk melanjutkan.



    20. Nah, disini Chrome Remote Desktop telah terpasang. Selanjutnya kita tinggal menghidupkan fitur tersebut agar dapat digunakan.

    Pada bagian My Computer, klik Get Started untuk memulai Remote.



    21. Klik Enable Remote Connections, untuk menyalakan Remote Desktop agar PC lain dapat melakukan Remote ke PC ini.



    22. Karena Chrome Remote Desktop Host Installer belum terpasang, maka kita akan diarahkan untuk mengunduh dan memasang dulu fitur tersebut. Klik Accept and Install untuk memulai pengunduhan.



    23. Tunggu sekejap.



    24. Buka file yang tadi telah kita download.



    25. Kemudian klik Launch App pada website Chrome Remote Desktop.



    26. Kemudian klik Enable Remote Connections.



    27. Untuk melindungi akses ke PC ini, kita diharuskan untuk memasukkan 6 digit PIN.

    Masukkan PIN, kemudian OK.



    28. Muncul pop-up yang berisi bahwa fitur Remote pada PC ini telah hidup. 

    Dan kita diharuskan untuk mengecek Power Management Settings untuk memastikan bahwa komputer tidak mati saat tidak dipakai (idle). 

    Konfigurasi ini terdapat pada Control Panel > Hardware and Sound > Power Options > Change Plan Settings (bisa di Balanced atau bisa juga di Power Saver). Ubah konfigurasi Put the computer to sleep yang semula sekian menit menjadi never, nanti komputer tidak akan mati walau dalam kondisi idle berapa pun lamanya. Kecuali jika sumber listriknya dicabut / dimatikan. (Konfigurasi ini saya ambil dari Windows 7).

    Klik OK untuk melanjutkan.



    29. Yap, bisa kita lihat, PC kita telah terdaftar sebagai PC yang siap di Remote.



     

    Verifikasi dengan Client Windows 8.1


    1. Terlebih dahulu, download dan install juga aplikasi Chrome dan Chrome Remote Desktop pada Client seperti pada tutorial sebelumnya. Kemudian klik Enable Remote Connections untuk memulai Remote.




    2. Disini terlihat ada 1 PC yang siap di Remote. PC tersebut merupakan PC yang tadi telah kita konfigurasi sebagai PC tujuan kita. Klik pada PC yang akan kita Remote.



    3. Masukkan PIN yang tadi kita konfigurasi di PC tujuan kita. Kemudian klik Connect.



    4. Konfigurasi Remote telah selesai. Begini tampilannya, Desktop PC tujuan telah muncul di PC client.

    Disini kita sudah bisa melakukan segala hal yang biasa kita lakukan pada PC tujuan kita.



    5. Untuk mengakhiri Remote. klik Stop Sharing pada bar. Biasanya terdapat di bawah.



    6. Remote telah selesai, klik OK. Jika ingin melanjutkan Remote, klik Reconnect.