Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Konfigurasi FTP Server.
Sebelumnya, apa itu FTP Server? FTP atau File Transfer Protocol adalah protokol internet yang berjalan
dalam satu lapisan aplikasi yang berfungsi untuk tukar menukar data
antara client dan server dalam 1 jaringan.
FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan pengunggahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
Oke, langsung saja kita ikuti langkah-langkah dibawah ini.
1. Agar FTP dapat berjalan di Server kita, terlebih dahulu kita tambahkan fitur FTP tersebut. Klik Add roles and features.
2. Pada bagian Before you begin, kita diharuskan memenuhi 3 persyaratan. Antara lain:
- Akun Administrator harus memiliki kata sandi (password) yang kuat
- IP Address static telah dikonfigurasi
- Security Update dari Windows Update telah terinstallKemudian klik Next.
3. Pilih Role-based or feature installation, Kemudian klik Next.
4. Pada Destination Server, kita pilih Select a server from server pool. Kemudian pilih server tujuan kita. Kemudian klik Next.
5. Pilih / centang role Web Server (IIS), fitur FTP ada di role tersebut.
6. Kemudian muncul pop-up yang berisi bahwa apakah kita ingin menambahkan fitur yang dibutuhkan Web Server (IIS)?
Klik Add Features untuk menambahkan fitur.
7. Oke, fitur Web Server (IIS) telah ditambahkan, klik Next untuk melanjutkan.
8. Pada bagian Features, tidak ada yang kita tambahkan. Klik Next saja untuk melanjutkan.
9. Pada bagian Web Server Role (IIS), dapat dilihat bahwa versi IIS (Internet Information Service) kita adalah 10.0
Klik Next untuk melanjutkan.
10. Kita masuk ke bagian Role Services. Pada bagian inilah, fitur FTP Server ditambahkan. Klik pada fitur FTP Server.
Kemudian klik Next untuk melanjutkan.
11. Pada bagian Confirmation, terdapat rangkuman fitur Web Server (IIS) yang tadi kita tambahkan.
Klik Install untuk memulai pemasangan semua fitur tersebut.
12. Tunggu sekejap hingga proses instalasi selesai.
13. Jika proses instalasi telah selesai, klik Close untuk keluar dari windows.
14. Klik menu Tools. Dapat kita lihat bahwa fitur IIS telah ada dalam menu tersebut.
Klik pada menu Internet Information Service (IIS) Manager.
15. Saat kita masuk ke IIS, terdapat versi IIS, daftar koneksi, dan sumber online dari IIS (News, Download, Forum, dsb.).
Klik pada server untuk memulai konfigurasi FTP.
Anonymous User
Anonymous User disini, akan mengizinkan seluruh client anonim untuk mengakses server. Caranya sebagai berikut:
1. Klik pada FTP Authentication.
2. Perhatikan gambar dibawah ini.
Anonymous Authentication masih dalam keadaan Disable. Klik pada autentikasi tersebut, kemudian klik Enable untuk mengaktifkannya.
3. Selanjutnya, kita masuk ke FTP Authorization Rules.
4. User yang dapat mengakses server masih kosong, belum ditambahkan.
Klik Add Allow Rule untuk menambahkan user.
5. Klik pada All Anonymous User (agar semua user anonim dapat mengakses server), dan ceklis pada Read dan Write (agar semua user diizinkan untuk memantau, mengupload, dan mendownload file dari dan ke server). Kemudian klik OK.
6. Yap, user telah ditambahkan. Nantinya, seluruh user anonim akan bisa mengakses server.
7. Sebelum melanjutkan ke step berikutnya, kita tambahkan dulu sebuah Folder FTP di direktori kita sebagai tempat untuk sharing data.
8. Langkah selanjutnya adalah menambahkan FTP Site. Klik kanan pada opsi Sites, dan klik Add FTP Site untuk menambahkan Sites.
9. Pada Site Information, isi nama FTP Site. Saya isi dengan nama sendiri.
Dan arahkan Physical Path ke folder FTP yang tadi kita buat. Klik Next untuk melanjutkan.
10. Masukkan IP Address Server yang interface nya mengarah ke LAN, dan isi bagian port dengan port FTP, yaitu port 21.
Kita tidak perlu memakai SSL, maka dari itu kita pilih No SSL. Klik Next untuk melanjutkan.
11. Karena kita sedang mengkonfigurasi Anonymous User, maka setting autentikasi kita ceklis pada bagian Anonymous. Otorisasi / Authorization juga kita setting ke Anonymous Users.
Dan ceklis pada Read dan Write agar user diizinkan untuk memantau, mengupload, dan mendownload file dari dan ke server.
Jika sudah selesai, klik Finish.
12. Oke, FTP Site telah ditambahkan dan telah aktif secara otomatis.
13. Kita lakukan percobaan dengan membuat sebuah folder didalam folder FTP yang tadi kita buat.
14. Kemudian, kita akses folder FTP tersebut. Caranya, ketik ftp://(ip address server), kemudian tekan Enter.
Oke berhasil, saya sudah bisa mengakses folder FTP, dan di dalamnya terdapat folder percobaan yang tadi kita tambahkan.
15. Sekarang, mari kita coba verifikasi web browser pada client. Disini client saya memakai OS Windows 8.1.
Caranya sama seperti diatas, ketik ftp://(ip address server), kemudian tekan Enter.
Oke, client juga telah sukses mengakses. Dan pada direktorinya, juga terdapat folder percobaan yang tadi kita tambahkan.
Authentication User
Authentication User disini, akan mengizinkan client tertentu saja yang dapat mengakses server. Yaitu, pengguna yang mengetahui username dan password dari autentikasi server tersebut.
1. Kita buat folder baru untuk Authentication User.
2. Masuk ke IIS, dan tambahkan FTP Site.
3. Seperti biasa, isi nama FTP Site, dan arahkan Physical Path ke folder yang tadi kita buat (point 1).
Klik Next untuk melanjutkan.
4. Masukkan IP Address server yang interface nya mengarah ke LAN, dan isi port dengan port FTP, yaitu port 21. Dan kita tidak memerlukan SSL, klik No SSL.
Klik Next untuk melanjutkan.
5. Autentikasi kita setting ke Basic, dan Otorisasi / Authorization kita setting Specified User, yaitu hanya user tertentu saja yang dapat mengakses. Centang kolom Read dan Write agar user dapat memantau, mengupload, dan mendownload file dari dan ke server.
Jika sudah, klik Finish.
6. Yap, site baru telah kita tambahkan. Tapi site tersebut masih dalam keadaan mati.
Untuk mengaktifkan site tersebut, klik Start.
7. Muncul pesan error yang berisi bahwa FTP Site tidak dapat diaktifkan, karena ada FTP Site lain yang menggunakan port yang sama.
Pesan ini muncul karena FTP Site untuk Anonymous user belum dimatikan, sedangkan kita mengaktifkan FTP Site untuk Authentication user secara bersamaan. Maka dari itu, kita matikan dulu FTP Site untuk Anonymous user.
8. Klik pada FTP Site untuk Anonymous user, kemudian klik Stop untuk mematikan FTP Site.
Kemudian klik pada FTP Site untuk Authentication user, dan klik Start untuk mengaktifkan FTP Site.
9. Jika FTP Site nya sudah aktif, selanjutnya kita masuk ke Computer Management yang terdapat di menu Tools.
10. Klik kanan pada folder Users, dan klik New Users untuk menambahkan user baru.
11. Isi username, dan password. Kemudian ceklis pada kolom User cannot change password (user tidak dapat mengganti password), dan ceklis pada kolom Password never expires (password tidak akan pernah kadaluwarsa).
Jika sudah selesai, klik Create.
12. Oke, user telah ditambahkan.
13. Kembali ke IIS, dan masuk ke FTP Authorization Rules.
14. Tambahkan user baru untuk Authentication User.
15. Pilih Specified users dan isikan nama, kemudian ceklis pada Read dan Write agar user dapat memantau, mengupload, dan mendownload file dari dan ke server.
Jika sudah selesai, klik OK.
16. Oke, user telah ditambahkan.
17. Mari kita coba akses folder pada point 1 dengan menggunakan FTP. Ketik ftp://(ip address server), kemudian tekan Enter.
Jika pada Anonymous User kita dapat langsung masuk ke folder, tapi tidak dengan Authentication User. User yang ingin mengakses folder ini, harus memasukkan username dan password yang telah dikonfigurasi pada server. Sehingga, data pada folder tersebut tidak dapat diakses oleh sembarang user.
Masukkan username dan password, kemudian klik Log On untuk mengakses.
18. Yap, user sudah bisa masuk ke folder.
User juga dapat membuat folder baru seperti pada gambar dibawah ini.
19. Sekarang, mari kita coba akses dari client. Caranya sama, ketik ftp://(ip address), kemudian tekan Enter. Dan masukkan username serta password. Kemudian klik Log On.
Yap, client dapat mengakses folder tersebut.
Atau bisa juga akses menggunakan Command Prompt. Caranya, buka Command Prompt, kemudian ketik ftp (ip address), kemudian tekan Enter.
Masukkan username dan password, kemudian tekan Enter.
Yap, folder dapat diakses. Untuk melihat data dalam direktori, ketik perintah dir. Dan untuk membuat folder baru, ketik perintah mkdir (nama folder).
Verifikasi dengan Client Windows 8.1
1. MKDIR
Fungsi perintah MKDIR disini adalah untuk menambah folder baru. Ketik perintah mkdir (nama folder), kemudian tekan Enter.
Untuk mengecek folder yang telah kita buat, masukkan perintah dir.
Karena disini belum dikonfigurasi Authentication Users, maka username diisi dengan anonymous dan password diisi dengan IUSR.
2. Put
Fungsi perintah PUT disini adalah untuk mengupload sebuah file ke folder di server menggunakan FTP. Caranya, ketik perintah put (nama file).(ekstensi). Kemudian tekan Enter.
Pada gambar dibawah ini, sebelum memasukkan perintah PUT, saya memasukkan perintah CD (nama folder). Fungsinya adalah untuk mengarahkan ke folder mana kita akan meletakkan file tersebut.
Karena, saat pertama kali kita akses ke server melalui FTP, kita masih berada di dalam folder FTP yang kita arahkan pada Physical Path saat kita melakukan konfigurasi FTP Site.
Kemudian cek file yang telah ditambahkan tadi dengan perintah dir.
Sekarang, kita cek di folder FTP dengan mengaksesnya secara GUI.
Yap, file telah ditambahkan.
3. Get
Fungsi perintah GET disini adalah untuk mengunduh file dari server menggunakan FTP. Caranya, ketik perintah get (nama file).(ekstensi). Kemudian tekan Enter.
File Zilla adalah salah satu software FTP. Dengan software ini, kita dapat dengan mudah melakukan upload dan download data dengan FTP.
Pertama, kita masukkan IP Address server, username isi dengan anonymous (jika username belum dikonfigurasi), dan password IUSR (jika password juga belum dikonfigurasi). Kemudian tekan Enter.
Untuk mengupload data, klik kanan pada data di bagian client, dan klik Upload.
Nanti hasilnya akan seperti dibawah ini. Data yang diupload sudah ada di server.
Untuk melihat status transfer yang telah sukses, klik pada Succesful Transfer pada bagian bawah jendela File Zilla.
Yap, data yang tadi kita upload, telah sukses ditransfer ke server.






























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar