Minggu, 19 Agustus 2018

Proses Komunikasi Data Dalam Jaringan




  • Komunikasi Jaringan Komputer dan Telepon

Jaringan   komputer   adalah   suatu   bentuk aturan  dan  metode  yang  menghubungkan (interkoneksi)     berbagai     macam     device komputasi  (sering  disebut  juga  end  node) sehingga  dapat  berkomunikasi  satu  sama lain. Yang terdiri dari device komputasi media transmisi     (channel     komunikasi)     untuk mentrasnmisikan   sinyal   data   dan   kontrol, komunikasi elektronik untuk routing/switching data   dari   sumber   (source)   ke tujuannya (destination)  dan  termasuk  perangkat  lunak yang digunakannya.
Pengertian lainnya jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang terdiri atas dua buah sistem komputer atau lebih yang saling berhubungan. Berdasarkan area kerja dan letak geografis jaringan komputer dibedakan menjadi LAN, MAN, dan WAN.

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan privat sebuah perusahaan yang terbatas hanya dalam area perusahaan / organisasi tersebut saja. Misalnya Jaringan yang ada dalam suatu ruangan atau dalam satu gedung / kampus / kantor. Areanya sekitar 100 M. Kebanyakan jaringan LAN sekarang mengadopsi teknologi IEEE 802.3. Contoh perangkatnya untuk masing-masing komputer harus terpasang Ethernet atau LAN Card dan terhubung ke sebuah device yaitu switch. Standar kecepatan transfer data yang digunakan  mulai  dari  10  Mbps,  100  Mpbs, dan 1 Gbps.
LAN juga sudah berkembang dengan menggunakan media lain selain kabel yaitu teknologi nirkabel/wireless atau yang biasa di kenal dengan istilah WLAN (Wireless LAN). Selain teknologi  WLAN  ini,  muncul  pula  teknologi lain yang dikenal dengan istilah VLAN (Virtual LAN). Dengan menggunakan teknologi VLAN kita bisa membangun jaringan komputer tidak dibatasi oleh tempat dan area, bahkan antara cabang  perusahaan  / organisasi  yang berbeda lokasi bisa terhubung kedalam jaringan LAN dengan adanya teknologi VLAN ini.
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya adalah gabungan dari beberapa jaringan LAN dan ruang  lingkupnya berada dalam satu lokasi / kota. Areanya bisa mencapai  jarak  50  KM.  Misalnya  jaringan yang menghubungkan kantor dengan kantor atau gedung yang satu dengan gedung lain yang letaknya berjauhan tetapi masih berada dalam  satu  lokasi  /  kota.  Teknologi  yang biasa digunakan untuk membangun jaringan MAN antara lain ATM, FDDI, Metro Ethernet dan beberapa juga ada yang menggunakan wireless untuk koneksi antar gedung.
Wide Area Network (WAN), merupakan jaringan komputer yang mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara, antara negara bahkan antara benua. Gambaran dari WAN berbeda dengan internet, meskipun wilayah cakupan sama- sama luas. Komunikasi WAN masih bersifat Privat terbatas pada suatu organisasi / perusahaan  sedangkan  Internet  bersifat Publik dan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

    • Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer terbagi menjadi :

               1. Jaringan Client-Server
Jaringan Client-server merupakan jaringan komputer yang didalamnya terdapat satu atau lebih komputer yang bertindak sebagai server dan  menyediakan  layanan  ke  setiap komputer client yang terhubung ke dalam jaringan tersebut. Komputer Client cukup mengakses komputer server untuk mendapatkan layanan melalu jaringan. Layanan yang disediakan oleh komputer server bisa berupa web dan database server, file   server   baik   menggunakan   FTP   atau Samba dan layanan-layanan lain yang bisa diakses melalui jaringan. Oleh karena itu komputer server harus memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibanding dengan komputer client seperti kapasitas Prosessor, Harddisk, memori dan sebagainya.

               2. Jaringan peer to peer 
Jaringan Peer to peer memungkinkan kita menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain tanpa perantara seperti switch. Dengan menggunakan media seperti kabel dan wireless, komputer yang satu dengan komputer yang lain bisa saling berkomunikasi dan berbagi sumber daya.

    • Berdasarkan distribusi sumber informasi/data, jaringan komputer dibedakan menjadi :


               1. Jaringan Terpusat
Merupakan jaringan yang terdiri dari komputer client dan komputer server dimana client mengakses sumber informasi/data berupa file atau database yang berasal dari satu komputer server.

                2. Jaringan Terdistribusi
Merupakan penggabungan  dari  beberapa  jaringan terpusat  sehingga  terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan client membentuk sebuah sistem di dalam jaringan tersebut.

    • Berdasarkan media transmisi data, jaringan komputer di bedakan menjadi :


1. Jaringan Kabel (Wired Network)
 Merupakan jaringan komputer yang media transmisinya berupa kabel  yang  menghubungkan  semua komputer atau device kedalam jaringan.

2. Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
 Merupakan jaringan komputer yang media transmisinya berupa gelombang sebagai pengganti media transmisi kabel untuk menghubungkan komputer / device kedalam jaringan.

Untuk tersambung ke jaringan internet, pengguna harus menggunakan layanan khusus yang disebut ISP (Internet Service Provider). Media yang umum digunakan adalah melalui saluran telepon (dikenal sebagai PPP, atau Point to Point Protocol). Pengguna memanfaatkan komputer yang dilengkapi dengan modem (modultor and demodulator) untuk melakukan dialup ke server milik ISP. Begitu tersambung ke server ISP, komputer si pengguna sudah siap digunakan  untuk  mengakses  jaringan internet.   Pelanggan   akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Saluran telepon via modem bukan satu- satunya cara untuk tersambung ke layanan internet. Sambungan juga dapat dilakukan melalui saluran dedicated line seperti ISDN (Integrated System   Digital   Network) dan ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line), maupun via satelit melalui VSAT (Very Small Aperture Terminal).   Sayangnya,   alternatif-alternatif ini terhitung cukup mahal untuk ukuran pelanggan perorangan.
Dewasa ini, saluran-saluran alternatif untuk akses internet yang lebih terjangkau masih terus dikembangkan. Diantara alternatif yang tersedia   adalah   melalui   gelombang   radio (radio modem), maupun lewat saluran TV kabel yang saat ini sedang marak. 
Alternatif dalam melaksanakan proses komunikasi data yang masih dalam kategori komunikasi yang kecil  kita  akan  jarang  menemui  hambatan yang  menghambat  proses komunikasi yang kita lakukan. Untuk melakukan komunikasi yang lebih besar kita akan membutuhkan suatu jaringan komputer. 
Kenyataannya, sangat sulit menyambungkan dua buah perangkat  komunikasi  dalam bentuk hubungan langsung hal ini dapat disebabkan karena perangkat komunikasi yang akan dihubungkan kadang terpisah sangat jauh, adanya sekumpulan perangkat komunikasi yang  ingin  saling  terhubung  dalam  waktu yang berbeda. 
Antara lain yang saat ini sedang dikaji adalah dengan menumpangkan aliran data pada saluran   kabel   listrik   PLN   (dikenal dengan istilah PLC, atau Power Line Communication). Di Indonesia, teknologi ini sedang diuji cobakan oleh PLN di Jakarta, sementara   di   negara-negara   maju   konon sudah mulai dimasyarakatkan. 

Belakangan, internet juga dikembangkan untuk aplikasi wireless (tanpa kabel) dengan memanfaatkan telepon seluler. Untuk ini digunakan protokol WAP (Wireless Aplication Protocol). WAP merupakan hasil kerjasama antar industri untuk membuat sebuah standar yang terbuka (open standard) yang berbasis pada standar Internet, dan beberapa protocol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan wireless. WAP bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps.
Selain WAP, juga dikembangkan GPRS (General Packet Radio Service) sebagai salah satu standar komunikasi wireless. Dibandingkan dengan protokol WAP, GPRS memiliki kelebihan dalam kecepatannya yang dapat mencapai 115 kbps dan adanya dukungan aplikasi yang lebih luas, termasuk aplikasi grafis dan multimedia.





  • Perangkat Komunikasi pada Jaringan Komputer




1. File Servers

Sebuah file server merupakan jantungnya kebanyakan jaringan,  merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan.

2. Workstations

Keseluruhan komputer yang terhubung ke file server dalam jaringan disebut sebagai workstation. Sebuah workstation minimal mempunyai kartu jaringan, aplikasi jaringan (software jaringan), dan kabel untuk menghubungkan  ke  jaringan. Biasanya sebuah workstation  tidak  begitu membutuhkan Floppy karena data yang ingin disimpan bisa dan dapat diletakkan di file server.

3. Ethernet Card / Kartu Jaringan Ethernet

Kartu Jaringan Ethernet umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel koaksial (coaxial) ataupun kabel twisted pair. Jika didesain untuk kabel koaksial, konektornya adalah  BNC. Dan  apabila  didesain  untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45.

4. Hub/Konsentrator

Sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain.
Dalam topologi Star, kabel twisted pair dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Titik koneksi yang umum digunakan adalah hub. Hub biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa segmen dari jaringan. Sebuah hub mempunyai beberapa port. Bila ada paket data yang terkirim pada satu port, hub akan mengkopi data tersebut pada port yang lain sehingga semua segmen dari LAN dapat melihat semua paket data tersebut. Hub Pasif hanya melakukan penghantaran data secara simpel, mengirim dari satu segmen ke segmen yang lain. Hub Intelligent mempunya tambahan fitur yang dapat mengadministrasi dan memonitor traffic yang lewat pada hub dan juga dapat mengkonfigurasi  setiap  port  pada  hub tersebut. Disebut juga manageable hub.
Switching hub, secara langsung membaca alamat tujuan dari paket data dan meneruskannya pada port yang dimaksud.

5. Switch

Sebuah perangkat yang memfilter dan meneruskan paket data antar segmen LAN. Switch beroperasi pada layer data link (layer 2) dan terkadang pada layer network (layer 3) untuk mensupport paket protocol. LAN yang menggunakan switch untuk menggabungkan beberapa segmen disebut switched LAN.
6. Bridges / Jembatan


Sebuah perangkat yang menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.



Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.

Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.


Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi diantara kedua sisi jaringan tetap berjalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

7. Router

Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router adalah sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.

Router menggunakan header dan forwarding table untuk menentukan kemana paket data dikirim, dan menggunakan protokol ICMP (Internet Control Message Protocol) untuk berkomunikasi satu sama lain dan mengkonfigurasi jalur terbaik di antara dua host. Router tidak memperhatikan tipe data yang dilewatkan.
Sebuah router mengartikan informarsi dari satu jaringan  ke  jaringan yang lain. Dia hampir sama dengan Bridge namun lebih pintar. Router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal.

8. Connector
Terletak di ujung dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan satu peralatan jaringan pada peralatan jaringan yang lain. Caranya dengan ditancapkan pada  port  atau  interface.
Adapun jenis-jenis konektor yaitu:
  • RJ 11 dan RJ 45
Kedua jenis konektor ini digunakan sebagai penghubung pada jaringan komputer dengan menggunakan kabel jenis Twisted Pair baik itu UTP maupun STP. 
Umumnya kita hanya memenui konektor RJ45 yang digunakan pada jaringan komputer, dimana konektor tersebut dihubungkan melalui port RJ45 pada komputer.

  • BNC (Bayonet Neil Concelman)
Konektor BNC biasanya dipadukan dengan kabel coaxial, baik itu thick coaxial ataupun thin coaxial. 
Jarang kita jumpai konektor jenis ini pada jaringan komputer, karena konektor ini biasanya digunakan untuk pemasangan CCTV saja.
Adapun macam-macam konektor BNC adalah sebagai berikut:

    • BNC RG59
Konektor ini digunakan untuk menyambung kabel dengan perangkat CCTV baik itu dengan monitor, DVR, ataupun kamera. Konektor ini khusus untuk menyambung dengan kabel CCTV jenis RG6.

    • BNC to BNC
Konektor ini adalah konektor yang digunakan untuk menyambungkan kabel dari BNC RG6 yang akan dihubungkan ke monitor, TV, dan DVR. 

    • BNC - RCA
Jenis konektor ini digunakan untuk mengubah BNC menjadi RCA yang akan dihubungkan ke monitor atau TV. 

  • Fiber Optic

Untuk konektor kabel fiber optik ada beberapa jenis, diantaranya:



    • SC (Subscriber Connector) 
Konektor ini digunakan pada kabel fiber optik yang mode tunggal, dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan dipasaran. Kualitas konektor ini juga tergolong bagus karena tidak akan mudah rusak bila dipasang diperangkat lain.

    • ST (Straight Tip)
Konektor ini mirip dengan BNC, dan biasanya digunakan untuk kabel fiber optik jenis tunggal maupun multi mode.

    • LC
Konektor jenis ini adalah yang paling sering digunakan saat ini untuk menghubungkan antar switch dengan SFP, lebih dominan dengan cabang yang terpisah RX/TX. Biasa digunakan untuk kabel fiber optik jenis tunggal maupun multi mode.

    • FC (Fiber Connector)
Konektor ini biasa digunakan untuk jaringan backbone dan menggunakan kabel fiber optik mode tunggal. Akan lebih bagus hasilnya jika digunakan dengan transmitter maupun receiver.

    • Bionic
Jenis ini adalah konektor fiber optik yang pertama kali muncul dan sekarang sudah sangat jarang dijumpai. Tetapi masih ada yang menggunakannya untuk menghubungkan server dan data center pada perangkat versi lama.

9. Kabel
Kabel digunakan untuk membuat koneksi fisik antar komputer pada jaringan komputer. Ada berbagai macam  jenis dan tipe kabel yang dapat  digunakan  pada  jaringan  komputer yang masing-masing mempunyai karakteristik berbeda.
Adapun jenis-jenis kabel yang digunakan pada jaringan komputer yaitu:
  • Kabel Coaxial
Kabel coaxial adalah jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar di mana salah satu penghantarnya berada di tengah kabel dan dikeliling oleh penghantar satunya lagi dengan pola melingkar. Prinsip kerja Coaxial dengan cara menghantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan.



Saat ini kabel jenis Coaxial sudah mulai ditinggalkan karena port untuk konektor BNC yang dipakai sudah jarang ditemukan pada perangkat komputer atau perangkat jaringan seperti switch dan router. Instalasi jaringan dengan kabel coaxial terbilang sulit dan butuh keahlian esktra terutama dalam membuat atau memasang konektor.

  • Kabel Twisted Pair

Kabel twisted pair merupakan kabel jaringan yang didalamnya terdiri atas beberapa kabel yang saling berpasangan. Sama seperti kabel coaxial, cara kerja dari kabel Twisted Pair adalah dengan menghantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan. Kabel twisted pair ini terbagi atas 3 jenis, yaitu STP (Shielded Twisted Pair), UTP (Unshielded Twisted Pair), dan FTP (Foiled Twisted Pair).



STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus tembaga/alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. UTP adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel terpilin mirip kabel telepon.
Untuk kabel Twisted Pair sendiri jangkauannya tidak lebih jauh dari 100 meter, Kecepatannya bervariasi mulai dari 10 Megabit per detik sampai 10000 megabit/detik atau 10 Gigabit per detik


Kabel twisted pair memiliki 3 jenis kabel utama, berikut ini beberapa jenis kabel twisted pair, beserta ciri – cirinya:

    • STP (Shielded Twisted Pair)
Hampir sama dengan kabel FTP, kabel STP juga memiliki perlindungan di dalam lapisan kabelnya. Yang membedakan hanyalah bahan yang digunakan untuk melapisi susunan kabel twisted pairnya. STP juga memiliki kemampuan yang baik dalam menangkal noise dan gangguan magnetik.

    • UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP dalam aplikasinya tidak mendukung sebuah perlindungan atau proteksi dari kumpulan spiralnya. Karena tidak memiliki perlindungan apapun pada bagian kabelnya, maka kabel jenis UTP ini memiliki kelemahan utama, yaitu sangat rentan dan juga sensitif terhadap voltase tinggi dan juga medan magnet. Kabel UTP banyak digunakan pada kabel jaringan telepon, dan juga jaringan LAN kecil. 

    • FTP (Foiled Twisted Pair)
FTP memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP, karena lapisan kabelnya dilindungi oleh semacam foil, sehingga hal ini membuat kabel jenis FTP memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap noise dan gangguan magnetik dibandingkan dengan kabel UTP. 

Meskipun secara praktis kabel FTP dan juga kabel STP memilki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan UTP, namun demikian, kabel UTP masih menjadi favorit dalam penggunaannya di sebuah jaringan komputer. Hal yang membuat kabel UTP masih banyak digunakan adalah faktor ekonomis, dimana kabel jenis UTP memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kabel FTP dan juga STP. Hal ini menyebabkan kabel UTP masih menjadi pilihan pertama dalam pembuatan jaringan.

  • Kabel Fiber Optik


Tidak seperti dua kabel sebelumnya yang menggunakan tembaga sebagai media penghantarnya. Kabel fiber optik ini tebuat dari serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Karena terbuat dari kaca, sinyal yang dikirim oleh FO ini berupa cahaya dari sumber ke tujuan.

Makanya tidak heran bila transmisi kabel ini lebih cepat dibandingkan dengan dua kabel sebelumnya. Salah satu kelemahan kabel ini adalah gangguan (noise) yang sering terjadi apabila tertekuk walaupun hanya sedikit.
10. Repeater
Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang melewatinya. Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk memperbesar batasan panjang satu segmen. Sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang jangkauan jaringan.



  • Perangkat Komunikasi pada Jaringan Telepon


1. BTS (Base Transceiver Station)


Menara BTS

                                             



Perangkat BTS

Base Transceiver Station atau disingkat BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, jaringan nirkabel sementara operator jaringan yaitu GSMCDMA, atau platform TDMA BTS mengirimkan dan menerima sinyal radio ke perangkat mobile dan mengkonversi sinyal-sinyal tersebut menjadi sinyal digital untuk selanjutnya dikirim ke terminal lainnya untuk proses sirkulasi pesan atau data. Nama lain dari BTS adalah Base Station (BS), Radio Base Station (RBS), atau node B (eNB). Hingga saat ini masyarakat belum bisa membedakan antara perangkat BTS dan menara BTS padahal menara BTS bukanlah BTS itu sendiri. 


2. BSC (Base Station Controller)

BSC adalah peralatan untuk mengontol BTS. BSC itu seperti otak/commander dari BTS-BTS. BSC menyediakan fungsi pengaturan pada beberapa BTS yang dikendalikannya. Diantaranya fungsi handover, konfigurasi cell site, pengaturan sumber daya radio, serta tuning power dan frekuensi pada suatu BTS. BSC merupakan simpul (konsentrator) untuk menghubungkan dengan core network. Dalam jaringan GSM umumnya sebuah BSC dapat mengatur 70 buah BTS. 

3. MSC (Mobile Switching Center)

Mobile Switching Center (MSC) adalah merupakan titik penyampaian atau penyambungan utama untuk teknologi GSM. Bertanggung jawab untuk menghandle beberapa panggilan suara dan SMS sebaik mungkin dengan layanan–layanan yang lain seperti conference calls, FAX, dan circuit switched data.

MSC membangun dan merealisasikan hubungan end-to-end, mengatur pergerakan pengguna, permintaan handover selama panggilan berlangsung, melakukan penghitungan dari biaya, dan juga monitoring dari pencatatan penggunaan layanan. MSC berfungsi untuk melakukan fungsi switching dan bertanggung jawab untuk melakukan pengaturan panggilan, call setup, release, dan routing.

MSC juga melakukan fungsi billing (terhubung ke billing system) dan sebagai gateway ke jaringan lain. VLR berisi informasi user yang bersifat dinamis yang sedang “attach” berada pada jaringan mobile, termasuk letak geografis. Biasanya VLR terintegrasi dengan MSC. Dari MSC sebuah jaringan seluler berkomunikasi dengan jaringan luar, misalnya : jaringan telepon rumah/Public Switched Telephone Network (PSTN), jaringan data Integrated Services Digital Network (ISDN), Circuit Switched Public Data Network (CSPDN), dan Packet Switched Public Data Network (PSPDN).

4. SMSC (Short Message Service Center)

Short Message Service Center (SMSC) adalah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang bertanggung jawab memperkuat, menyimpan, dan meneruskan pesan pendek antara SMS dan piranti bergerak. SMSC harus memiliki kehandalan, kapasitas pelanggan, dan throughput pesan yang tinggi.

SMSC berfungsi menerima SMS yang dikirim, menyimpannya untuk sementara, dan memforward (mengirimkan) SMS tersebut ke Mobile Subscriber (MS) ataupun tujuan. SMSC mempunyai peran penting dalam arsitektur SMS. SMSC berfungsi menyampaikan pesan SMS antar Mobile Station(MS) / HP, dan juga melakukan fungsi store-and-forwarding SMS jika nomor penerima sedang tidak dapat menerima pesan. Di dalam jaringannya, sebuah operator dapat mempunyai lebih dari satu perangkat SMSC, sesuai dengan besar lalu lintas SMS pada jaringan tersebut. 

sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar