Pada instalasi Windows Server 2016, kita akan dihadapi oleh 4 pilihan Sistem Operasi seperti pada gambar diatas. Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan dari keempat Sistem Operasi tersebut? Pada postingan kali ini, saya akan mengulas tentang perbedaan dari 4 Sistem Operasi pada instalasi Windows Server 2016.
1. Windows Server 2016 Standard Evaluation
Sistem Operasi ini berbasis Core atau CLI, yang mana tampilannya sangat sederhana dan hanya menampilkan teks saja. Pengoperasiannya menggunakan command atau perintah, sehingga bagi mereka yang tak paham akan command ini, tentu akan kesulitan dalam mengoperasikannya. Karena merupakan Standard Evaluation, untuk Virtualization hanya bisa 2 VMs. Kinerja CPU dan RAM pada versi ini lebih ringan, karena pada Core hanya berupa tampilan administrator.
2. Windows Server 2016 Standard Evaluation (Desktop Experience)
Sistem Operasi ini telah berbasis GUI (Graphical User Interface), yang mana tampilannya merupakan tampilan desktop pada umumnya, sehingga sangat familiar. Pengoperasiannya pun layaknya desktop. Untuk Virtualization masih sama seperti diatas, yaitu hanya 2 VMs. Kinerja CPU dan RAM pada versi ini lebih berat dari versi Core, karena pada GUI tampilannya bukan hanya teks, bisa gambar, animasi, dll.
3. Windows Server 2016 Datacenter Evaluation
Sistem Operasi ini berbasis Core atau CLI, sama seperti nomor 1. Namun, karena versi ini merupakan Datacenter, untuk Virtualization sudah Unlimited. Kinerja CPU dan RAM lebih ringan, karena Core hanya berupa tampilan administrator.
4. Windows Server 2016 Datacenter Evaluation (Desktop Experience)
Sistem Operasi ini telah berbasis GUI (Graphical User Interface), sama seperti nomor 2. Untuk Virtualization sudah Unlimited, karena merupakan versi Datacenter. Kinerja CPU dan RAM lebih berat, karena merupakan tampilan desktop.
(NB : Virtualization adalah salah satu teknologi yang dapat
membagi satu server menjadi beberapa Sistem Operasi yang dapat
berjalan secara bersama-sama).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar