Rabu, 19 Oktober 2022

Praktikum 5 Bekerja dengan Bash Shell

Judul Laporan

"Praktikum 5 Bekerja dengan Bash Shell"

Pokok Bahasan

- History pada Bash Shell
- Membuat Bash Shell Script

Tujuan Belajar

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Memahami shell pada sistem operasi Linux. 
- Menggunakan  feature history  pada Bash Shell. 
- Mengubah feature history pada Bash Shell. 
- Mengubah prompt shell. 
- Melakukan konfigurasi Bash Shell untuk menjalankan skrip secara otomatis. 
- Membuat dan mengeksekusi shell script sederhana melalui editor vi. 
- Memahami job control. 
- Memahami stack. 
- Menggunakan alias

Abstrak

Dalam era perkembangan teknologi seperti saat ini, dunia memerlukan teknologi informasi yang dapat memudahkan kehidupan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Linus Torvalds mengembangkan sistem operasi yang secara umum merupakan sistem operasi sumber terbuka (open source). Sistem operasi yang dikembangkan itu ialah Linux. Linux merupakan sistem operasi yang bersifat open source, maksudnya ialah setiap pengguna Linux dapat menggunakannya tanpa menggunakan lisensi apapun dan juga dapat mengembangkannya menjadi distro (distribusi) Linux baru. Oleh karena itu, pada praktikum ini dilakukan percobaan menggunakan perintah-perintah untuk membuat bash shell script dan history pada bash shell pada sistem operasi Linux. Praktikum dilakukan dengan menggunakan hypervisor virtualbox dari Oracle yang dijalankan di atas sistem operasi Windows 10. Dari percobaan mengeksekusi perintah-perintah untuk pembuatan bash shell script dan history bash shell, diperoleh hasil percobaan yang hampir sesuai dengan panduan praktikum yang telah disediakan.

Kata Kunci: Sistem operasi, Linux, shell, history, bash shell script

Teori Singkat

1. SHELL

        Shell adalah sebuah program yang membaca input standar yaitu keyboard. Ketika kita mengetikkan sesuatu di keyboard maka shell akan menafsirkan apa yang kita ketikkan. Sebagai contoh apabila kita ketikkan ls pada shell dan ls ternyata merupakan program yang dapat di eksekusi maka shell akan menjalankan program tersebut.

Misal :
antoro@drutz:~$ ls
test
antoro@drutz:~$ hello
bash: hello: command not found
antoro@drutz:~$

        Kita dapat melihat bahwa ketika ls kita ketikkan maka program ls dijalankan, sedangkan apabila kita jalankan hello dan karena memang tidak ada program hello maka shell tidak dapat mengeksekusinya.


Jenis-Jenis Shell
        Jenis shell yang digunakan di unix maupun linux banyak macamnya, tetapi dilihat dari segi kuantitas pemakainya shell yang banyak dipakai adalah sebagai berikut :

Bourne shell (sh)
C shell (csh)
Korn shell (ksh)
Bourne Again shell (bash)

        Yang paling banyak di gunakan adalah bash, dimana bash ini merupakan pengembangan dari sh dan ksh. Mayoritas distribusi linux saat ini menggunakan bash sebagai default shell-nya.


2. PROFILE

        Pada saat kita login dan memulai sebuah session baru bash shell, maka bash akan menjalankan file /etc/profile, .profile, /etc/bash.bashrc .bashrc. File /etc/profile dan /etc/bash.bashrc digunakan untuk semua user yang ada, jika kita melakukan modifikasi file ini maka akan ber-efek pada semua user yang bisa login kedalam system. Sedangkan .profile dan .bashrc hanya terdapat pada masing-masing home direktori dari user yang bersangkutan. File /etc/profile dan .profile hanya akan dieksekusi oleh login shell, jika dalam session aktif kita menjalankan perintah

$ bash

Maka file .profile tidak akan dijalankan, agar .profile dijalankan kita harus menggunakan perintah.

$ bash --login

Perintah ini berguna untuk melihat hasil dari file .profile yang dimodifikasi tanpa harus logout dari session. Sekarang kita akan mencoba memodifikasi file .profile, buka dengan teks editor, dan tambahkan baris berikut dibagian paling bawah 

date 

Simpan hasil perubahan tersebut, kemudian jalankan perintah berikut

$ bash --login
Tue Nov 13 20:55:13 WIT 2007

Untuk keluar ketik perintah

$ logout

Modifikasi seperti merubah prompt shell secara permanen, mode editing yang digunakan oleh shell bisa ditempatkan pada file .profile. Untuk interaktif session yang bukan login session, maka bash akan melihat pada file /etc/bash.bashrc dan .bashrc. Pada .bashrc, umumnya digunakan untuk menempatkan sebuah fungsi alias bagi sebuah command, misalnya alias ls=‟ls –qF‟. Pada distro Ubuntu, file .bashrc ini juga dijalankan pada waktu login session, hal ini bisa dilihat pada file .profile di Ubuntu terdapat baris berikut

# if running bash
if [ -n "$BASH_VERSION" ]; then
    # include .bashrc if it exists
    if [ -f ~/.bashrc ]; then
         . ~/.bashrc
    fi
fi

.bash_logout merupakan file yang dijalankan pada saat kita logout dari session bash shell. Jika kita ingin menghapus isi direktori tertentu pada saat logout, maka perintah tersebut harus ditempatkan pada file .bash_logout. Sedangkan .bash_history berisikan command-command yang pernah kita input pada shell.


3. HISTORY 

            Semua perintah-perintah yang sudah pernah anda ketikkan, akan disimpan ke dalam history. Untuk menampilkan anda bisa menggunakan perintah history. Secara default perintah-perintah yang bisa ditampung dalam history adalah 1000 perintah, untuk konfigurasi berada pada /home/user/.bashrc pada baris “export HISTSIZE=1000” . Penyimpanan file  history biasanya disimpan secara default berada pada /home/user/ dengan nama file .bash_history (jika menggunakan shell bash), .zsh_history(jika menggunakan shell zsh).


4. BASH –SCRIPT            

            Bash-script adalah file yang berisi koleksi program yang dapat dieksekusi. Untuk eksekusi bash-script gunakan . sebelum file bash-script yang berarti eksekusi shell dan tanda ./ berarti file bash-script berada pada directori actual.

5. JOB CONTROL 

            Job adalah sebuah eksekusi program yang diberikan kepada karnel. Sebuah job dianggap selesai, bila eksekusi program tersebut berakhir. Eksekusi Job adalah sama dengan eksekusi program, baik proses Background maupun proses Foreground.

6. EDITOR vi/vim 

            vi merupakan teks editor yang pertama kalinya dibuat untuk UNIX, dimana teks editor ini sangat sederhana, memiliki ukuran yang kecil tapi mempunyai fungsionalitas yang besar. Saat ini banyak versi dari vi yang ada seperti nvi, vim, vile, elvis. Pada GNU/Linux umumnya menggunakan vim yang diciptakan oleh Bram Moolenar's berdasarkan vi. Pada Ubuntu saat kita mengetikkan vi atau vim pada shell, maka program yang dijalankan adalah sama yaitu vim. VIM merupakan singkatan dari VI Improved, dimana vim memiliki fitur seperti multiple undo yang tidak terdapat pada vi versi lama. Untuk memulai vi/vim pada shell (jika menggunakan GUI, jalankan gnometerminal) bisa dengan cara

vi
vi options file
vi options +num file

vi adalah full screen editor, artinya editor tersebut dapat memanfaatkan fasilitas satu layar penuh. vi mempunyai 2 buah modus, yaitu :

Command line
Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan lainnya.

Editing
Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimmasukan kedalam buffer editor. Pada bagian bawah layar akan tampil teks “INSERTING”. Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode. Dengan menekan tombol “i” maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke command mode, tekan tombol Esc.

Jawaban Pertanyaan Pendahuluan

1. Apa yang dimaksud dengan shell dan sebutkan shell yang ada di system operasi linux?

        Shell adalah Command executive, artinya program yang menunggu intruksi dari pemakai, memeriksa sintak dari instruksi yang diberikan, kemudian mengeksekusi perintah terssebut.

/bin/sh : Bourno shell, dirancang oleh Steve Bourne dari AT&T
/bin/csh : Dikembangkan oleh UNIX Beerkeley yang dikenal dengan C –Shell
/bin/bash : Kompatibel dengan Bourne Shell dan juga mengadaptasi kemampuan Kom-Shell.


2. Apa yang dimaksud dengan profile pada bash shell?
    Profile pada bash shell merupakan profil untuk setiap pemakai pada home directory.

3. Apa yang anda ketahui mengenai file .bashtrc?
    File .bashrc adalah file yang akan dieksekusi untuk perpindahan dari satu shell ke shell yang lain melalui intruksi su.

4. Apa yang dimaksud dengan history pada Bash Shell. Apa kegunaan perintah history, sebutkan cara-cara untuk mengetahui history perintah-perintah yang pernah digunakan oleh user!
    History yaitu catatan dari semua intruksi yang sejauh ini telah dilakukan. History memudahkan pemakai untuk mengedit kembali instruksi kompleks dan panjang, terutama bila terjadi kesalahan pada penulisan instruksi maupun parameter

^P (Ctrl -P) melihat instruksi
^N (Ctrl -N) melihat instruksi berikutnya
!! eksekusi kembali instruksi sebelumnya
!! -3 3 instruksi sebelumnya akan diulang
!!88 ulangi instruksi no 88

Percobaan dan Hasil serta Analisanya

Percobaan 1 : Profile
1. File bash_profile dijalankan pada home direktori pemakai yang login. File .bash_profile adalah hiden file ,sehingga untuk melihatnya digunakan opsi a pada instruksi ls. 

    $ ls –a

2. File .bash_logout akan dieksekusi sesaat sebelum logout, berfungsi sebagai house clearing jobs, artinya membersihkan semuanya, misalnya menghapus temporary file atau job lainnya. Melihat file .bash_logout dengan instruksi

$ cat .bash_logout

Percobaan 2 : Menggunakan Feature History Bash
1. Bash shell menyimpan “history” perintah yang digunakan sebelumnya. Anda dapat mengaksis history dalam beberapa cara. Cara paling mudah adalah menggunakan tombol Panah Atas. Maka perintah sebelumnya akan ditampilkan.

2. Berikutnya, berikan Bash shell beberapa perintah untuk diingat. Masukan perintah berikut dan tekan Enter pada setiap baris.

$ cd
$ ls –l /etc

3. Untuk memeriksa apakah perintah ini ditambahkan pada history, dapat menggunakan perintah history untuk melihat semua perintah yang pernah dimasukan.

$ history



4. Anda dapat memilih perintah sebelumnya dengan menggunakan Panah Atas, tetapi hal ini tidak efisien untuk perintah yang semakin bertambah banyak. Cara yang mudah menggunakan nomor pada perintah history atau mencarinya. Untuk memilih dan mengeksekusi perintah dengan nomor, masukan kunci! Diikuti nomor perintah.

$ !<Nomor Perintah> Contoh : !1000

5. Anda dapat mencari perintah dengan meyertakan perintah yang diinginkan. Misalnya !?etc? akan menjalankan perintah ls –l /etc yang sebelumnya digunakan.

$ !?etc?

6. Kemudian gunakan perintah history, maka akan terlihat perintah ls –l etc yang kedua dan bukan !?etc?

$ history

7. Apabila string tidak ditemukan pada perintah history maka akan terdapat pesan error

$ !?wombat99?

8. Jika diketikkan !who maka yang dijalankan adalah perintah who. Tetapi bila Anda ketikkan !whoa maka yang dijalankan adalah perintah whoami

$ !who
$ !whoa

9. Anda bisa menggantikan string pada perintah history, terutama pada perintah yang panjang. Misalnya ketik cat /bin/bash | strings | greph shell | less dan tekan Enter. Maka akan menampilkan semua string pada file /bin/bash yang berisi kata “shell”. Untuk keluar tekan q. Jika ingin menampilkan kata “alias”, maka Anda tidak perlu mengetik perintah yang panjang lagi, tetapi cukup ketik ^shell^alias^ dan tekan Enter maka akan menggantikan kata “shell” dengan “alias”. 

$ cat /bin/bash | strings | greph shell | less


Percobaan 3 :  Mengubah Feature History Bash
1. Bash shell akan menyimpan perintah history meskupun telah logout dan login kembali. File .bash_history menyimpan file history yang terdapat pada home directory.

$ cd

2. Lihat beberapa baris pada file .bash_history dengan ketik tail .bash_history dan tekan Enter. File ini bukan file yang up to date.

$ tail .bash_history

3. Ketik history dan tekan Enter. Maka akan terlihat baris terakhir adalah perintah history dan baris sebelumnya adalah tail .bash_history. Perintah history bersifat up to date, karena disimpan pada memory sistem. 

$ history

4. Ketik perintah berikut

$ echo ‘Ini perintah saya’

5. Logout dan login kembali sebagai user yang sama. Ketik history dan tekan Enter. Maka perintah echo ‘Ini Perintah saya’ akan berada pada baris terkahir. Lihat file .bash_history, maka perintah tersebut akan terdapat pada file .bash_history. 

$ history
$ tail .bash_history

6. Untuk history|less untuk melihat perintah history terakhir pada screen. Tekan spacebar untuk melihat file lebih banyak. Untuk keluar tekan q.

$ history|less


7. Untuk melihat berapa banyak perintah history yang ada pada file. ketik berikut dan output yang keluar serupa di bawah ini 

$ wc –l .bash_history
164 .bash_history

8. Output menunjukkan bahwa 164 perintah history disimpan pada file history. Untuk melihat jangkauan (limit) perintah history digunakan variabel HISTSIZE. Untuk melihat jangkauan history ketik sebagai berikut

$ set|grep HISTIZE

9. Bila ingin memperbesar jangkauan file history, maka ubahlah variabel HISTSIZE pada skrip startup yang disebut .bashrc pada home direktory.

$ echo ‘HISTSIZE=5000’ >> .bashrc

10. Logout dan login kembali sebagai user yang sama. Lihat perubahan variabel HISTSIZE.

$ set|grep HISTSIZE

11. Ketikkan perintah history beberapa kali, maka perintah ini akan disimpan pada BASH history meskipun yang diketikkan perintahnya sama.

12. Anda dapat melakukan konfigurasi BASH agar tidak menambah perintah ke history jika perintah yang diketikkan sama dengan sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan menambahkan variabel HISTCONTROL dan diberikan nilai ignoredups pada file .bashrc

$ echo ‘HISTCONTROL=ignoredups’ >> .bashrc

13. Logout dan login kembali sebagai user yang sama. Ketikkan history beberapa kali dan perintahkan berapa kali history yang muncul.



Percobaan 4 : Mengubah Prompt Shell
1.Prompt Bash Shell dikonfigurasikan dengan menseting nilai variabel PS1. Selain menampilkan string statik sebagai prompt, anda dapat menampilkan menjadi dinamis. Contohnya, apabila ingin menunjukkan current directory atau current time. Ketik PS1=’\t:’ dan tekan Enter untuk menampilkan waktu sistem dalam format 24 jam sebagai prompt bash. Format dalam HH:MM:SS

$ PS1=’\t:’

2. Untuk menampilkan format 12 jam dengan indikator am dan pm ketik sebagai berikut:

$ PS1=’\t:’

3. Kebanyakan orang menginginkan prompt Bash menampilkan current working directory. Direktory dapat ditampilkan dalam bentuk keseluruhan path atau hanya nama direktori. Karakter \w menampilkan hanya nama direktori. Jika current direktory adalah home directory, maka tampil prompt ~:

$ PS1=’\w:’

4. Ketik cd /usr/sbin untuk melihat prompt /usr/sbin:

$ cd /usr/sbin

5. Ketik PS1=’\W:’ untuk melihat prompt sbin:

$ PS1=’\W:’

6. Ada beberapa prompt BASH lain yang dapat diubah, yaitu PS2, PS3 dan PS4. Prompt PS2 digunakan sebagai prompt sekunder. Untuk melihat bagaimana penggunanya, ketik echo ‘Hello (tanpa diakhiri penutup quote) dan tekan Enter. Simbol lebih besar dari (>) akan muncul. Hal ini memberitahukan bahwa BASH menunggu anda menyelesaikan perintah. Ketik penutup quote (‘) dan tekan Enter. Perintah ini akan menyelesaikan prompt PS2, kata “Hello, “ muncul diikuti dengan prompt PS1 pada baris baru.

$ echo ‘Hello

>’


7. Anda dapat mengubah prompt PS2 seperti mengubah prompt PS1. Ketik perintah berikut:

$ PS2=’Selesai memasukkan perintah anda:’

8. Kemudian ketik echo ‘Hello (tanpa diakhiri penutup quote) dan tekan Enter. Pada baris berikutnya muncul Selesai memasukkan perintah Anda:. Kemudian ketikkan penutup quote (‘) dan tekan Enter. Jika perintah selesai, maka kata Hello akan muncul diikuti prompt PS1 pada baris baru.

$ echo ‘Hello

Selesai memasukkan perintah anda:’

9. Prompt BASH dapat ditampilkan berwarna dengan melakukan setting colorsetting string. Sebagai contoh, prompt BASH di seti dengan \w\$, akan menampikan current working directory yang diikuti $ (atau # jika anda login sebagai root). Untuk setting warna menjadi biru ketikkan berikut:

$ PS1 =’\033[0;34m\w\$ \033[0;37m’

10. Untuk menampilkan prompt warna merah, ketikkan perintah berikut:

$ PS1 =’\033[0;31m\w\$ \033[0;37m’ 

30=hitam, 31=merah, 32=hijau, 34=biru, 35=ungu, 36=cyan, 37=putih.

11. Bila menginginkan beberapa warna, ketikkan perintah berikut:

$ PS1 =’\033[0;34m\w\$ \033[0;32m$ \033[0;37m’

12. Anda bisa menampilkan atribut visual seperrti lebih terang, berkedip dan warna kebalikannya. Untuk menampilkan prompt yang lebih terang, atribut control diganti 1, seperti berikut: 

$ PS1 =’\033[1;34m\w\$ \033[1;32m$ \033[0;37m’

13. Untuk menampilkan prompt dengan warna berkebalikan, atribut control diganti 7, seperti perintah berikut:

$ PS1 =’\033[7;34m\w\$ \033[7;32m$ \033[0;37m’

14. Untuk menampilkan prompt berkedip, atribut control diganti 5, seperti berikut:

$ PS1 =’\033[5;34m\w\$ \033[5;32m$ \033[0;37m’



Percobaan 5 :  Menambahkan otomatosasi ke Prompt Shell
1. Pastikan anda berada di home direktori

$ cd

2. Buatlah skrip sederhana untuk mengurut daftar file. Anda dapat menggunakan teks editor, tetapi karena hanya satu baris, gunakan perintah echo untuk membuat file.

$ echo ‘sort ~/list > ~/r13; mv ~/r13 ~/list’ >
~/sorter

3. Buatlah file skrip diatas menjadi executable

$ chmod +x sorter

4. Jalankan program sorter diatas setiap shell Bash menampilkan prompt PS1. Untuk melakukannya, buatlah variabel PROMPT_COMMAND dimana nilainya adalah nama dari program sorter.

$ PROMPT_COMMAND=~/sorter

5. Ketikkan echo ‘John Smith:13001’>>list dan tekan Enter. Jika file list tidak ada, akan dibuat secara otomatis, tetapi jika sudah ada, string ‘John Smith:13001’ akan ditambahkan.

$ echo ‘John Smith:13001’>>list

6. Ketik cat list dan tekan Enter. Maka anda akan melihat isi gile list. Pada saat ini, file mungkin memnpunyai hanya satu baris sehingga tidak dapat dilihat apakah file sudah terurut.

$ cat list

7. Masukkan beberapa printah serupa dengan point 5 tetapi dengan nama dan nomor yang berbeda kemudian ketik cat list dan tekan Enter.

$ echo ‘Anita:13002’>>list
$ echo ‘Samantha:13003’>>list
$ echo ‘Patrik’:13004’>>list
$ echo ‘Sponsebob’:13005’>>list
$ echo ‘Lisa’:13006’>>list
$ echo ‘Squid’:13007’>>list

8. Apabila anda tidak menginginkan Shell Bash menampilkan file terurut sepanjang waktu, anda tidak perlu menambahkan variabel PROMPT_COMMAND=~/sorter pada file konfigurasi seperti .bashrc. bila anda ingin BASH berhenti menjalankan program sorter, maka ketikkan variabel PROMPT_COMMAND= dan tekan Enter atau logout dan login kembali.

$ PROMPT_COMMAND= 



Percobaan 6 : Membuat Bash-Script dan menjalankannya
1. Membuat file p1.sh

$ vi p1.sh
echo “program bash script”

2. Mengubah program menjadi executable

$ ls -l p1.sh
$ chmod +x p1.sh
$ ls –l p1.sh

3. Menjalankan script

$ bash p1.sh
$ sh p1.sh
$ . p1.sh
$ . /p1.sh

4. Konvensi dalam pembuatan script shell dinyatakan sebagai #!/bin/bash. Tambahkan pada file p1.sh konvensi tersebut

$ vi p1.sh
#!/bin/bash
echo “program bash script”

5. Buatlah file p2.sh

$ vi p2.sh
#!/bin/bash
echo “Program 2 bash script”


6. Menjalankan beberapa program shell dalam satu baris instruksi yang dipisahkan dengan tanda ;

$ cat p1.sh ; cat p2.sh
$ ./p1.sh ; ./p2.sh




Percobaan 7 : Job Control
1. Proses foreground

$ ps x

2. Proses background

$ ps x > hasil &

3. Setiap job mempunyai PID yang tunggal (unique). Untuk melihat jobs yang aktif

$ jobs

4. Buatlah file ploop.sh. file ini tidak akan pernah berhenti kecuali ditekan CTRL+C

$ vi ploop.sh
#!/bin/bash
while [true]
do
sleep 10
echo “Hallo”
done

5. Buatlah file ploop.sh menjadi executable. Jalankan program, akan ditampilkan kata Hallo setiap 10 detik. Untuk keluar program, tekan CTRL-C (^C)

$ chmod +x ploop.sh

$ ./ploop.sh



Percobaan 8 : Manipulasi stack untuk Direktori
1. Instruksi dirs digunakan untuk melihat stack direktori, pada output hanya ditampilkan direktori home ~

$ dirs

2. Membuat 3 buat direktori

$ mkdir marketing sales support

3. Instruksi dirs digunakan untuk melihat stack direktori, pada output hanya ditampilkan direktori home ~

$ dirs



Percobaan 9 : Alias
1. Alias adalah mekanisme untuk memberi nama alias pada satu atau sekelompok instruksi. Untuk melihat alias yang sudah terdaftar pada sistem:

$ alias

2. Membuat beberapa alias

$ alias del=’rm –i’
$ alias h=’history’

3. Gunakan instruksi hasil alias

$ ls
$ del hasil
$ h | more

4. Untuk menghapus alias gunakan instruksi unalias

$ unalias del
$ del files (Terdapat pesan Kesalahan, mengapa?). Untuk menghapus alias gunakan instruksi unalias menggunakan perintah unalias del, yang tadi menggunakan perintah rm –i. Dan del files tidak berfungsi karena perintah alias del sudah dihapus.



LATIHAN:
1.Eksekusi seluruh profile yang ada:

a. Edit file profile /etc/profile dan tampilkan pesan sebagai berikut: echo ‘profile dari /etc/profile’


b. Asumsi nama anda student, maka edit semua profile yang ada yaitu:

/home/student/.bash_profile
/home/.student/.bash_login
/home/student/.profile
/home/student/.bashrc

c. Ganti nama /home/student dengan nama anda sendiri. Pada setiap file tersebut, cantumkan instruksi echo, misalnya pada

/home/student/.bash_profile:
echo “Profile dari .bash_profile”
$ vi /home/daniel/.bash_profile
$ vi /home/. daniel/.bash_login
$ vi /home/daniel/.profile
$ vi /home/daniel/.bashrc

d. Lakukan hal yang sama untuk file lainnya, sesuaikan tampilan dengan nama file yang bersangkutan.

SUDAH DIKERJAKAN PADA POINT B DAN C


2. Jalankan instruksi subtitute user, kemudian keluar dengan perintah exit sebagai berikut:

$ su student
$ exit

Kemudian gunakan opsi – sebagai berikut:

$ su – student
$ exit


3. Logout

a. Edit file .bash_logout, tampilkan pesan dan tahan selama 5 detik, sebelum eksekusi logout 

echo “Terima kasih atas sesi yang diberikan”
sleep 5
clear
 
$ vi .bash_logout
$ chmod +x .bashk_logout
$ ./.bash_logout



b. Edit file .bash_logout, tampilkan pesan dan tahan selama 4 detik, sebelum eksekusi logout



4. History

a. Ganti nilai HISTSIZE dari 1000 menjadi 20

$ HISTSIZE=20
$ h


b. Gunakan fasilitas history dengan mengedit instruksi baris ke 5 dari instruksi yang terakhir dilakukan.

$ !-5

c. Ulangi instruksi yang terakhir. Gunakan juga ^P dan ^N untuk bernavigasi pada history buffer

$ !!
 
d. Ulangi instruksi pada history buffer nomor tertentu, misalnya nomor

!150
$ !150


e. Ulangi instruksi dengan prefix “ls”

$ !ls
$ !?ls?


5. Prompt String (PS)

a. Edit file .bash_profile, ganti prompt PS1 dengan ‘>’. Instruksi export diperlukan dengan parameter nama variabel tersebut, agar perubahan variabel PS1 dikenal oleh semua shell

PS1=’>’
Export PS1

b. Ubahlah warna shell prompt dengan warna biru dan berkedip



6. Bash script

a. Buat 3 buah script p1.sh, p2.sh, p3.sh dengan isi masing-masing:

P1.sh
#!/bin/bash
echo “Program p1”
ls –l
 
$ vi p1.sh
#! /bin/bash
echo “Program p1”
ls –l
$ vi p2.sh
#! /bin/bash
echo “Program p2”
who
$ vi p3.sh
#! /bin/bash
echo “Program p3”
$ ps x




b. Jalankan script tersebut sebagai berikut dan perhatikan hasilnya:

$ ./p1.sh ; ./p3.sh ; ./p2.sh
$ ./p1.sh & 
$ ./p1.sh 
$ ./p2.sh & ./p3.sh & 
$ ( ./p1.sh ; ./p3.sh ) &







7. Jobs

a. Buat shell- script yang melakukan loop dengan nama pwaktu.sh, setiap 10 detik, kemudian menyimpan tanggal dan jam pada file hasil.

#!/bin/bash
while [true]
do
V - 60
date >> hasil
sleep 10
done

b. Jalankan sebagai background; kemudian jalankan satu program (utilitas find) di background sebagai berikut:

$ jobs
$ find / -print > files 2>/dev/null &
$ jobs

c. Jadikan program ke 1 sebagai foreground, tekan ^Z dan kembalikan program tersebut ke background.

$ fg %1
$ bg

d. Stop program background dengan utilitas kill

$ ps x
$ kill [Nomor PID]




Kesimpulan

Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi open source yang dapat digunakan dan dikembangkan secara bebas tanpa lisensi. Bagi sebagian orang, Linux terasa lebih sulit daripada Windows karena kurang familiar di kalangan masyarakat umum. Meski begitu, sistem operasi Linux tetap banyak digemari khususnya oleh para pegiat teknologi, misalnya system administrator, developer, devops engineer, network engineering, dan cyber security. Pada praktikum 5 ini telah dilakukan percobaan menggunakan perintah-perintah untuk membuat bash shell script dan history bash shell pada Linux. Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa file tidak dapat di eksekusi jika tidak di executable terlebih dahulu. warna prompt dapat di ubah sesuai keinginan kita.dapat mematikan proses sesuai keinginan kita. Dan dapat membuat proses yang menarik melalui file yang kita berikan perintah. Pada Linux, Shell adalah sebuah program yang membaca input standar yaitu keyboard. Ketika kita mengetikkan sesuatu di keyboard maka shell akan menafsirkan apa yang kita ketikkan. Sebagai contoh apabila kita ketikkan ls pada shell dan ls ternyata merupakan program yang dapat di eksekusi maka shell akan menjalankan program tersebut. Dengan dilaksanakannya praktikum ini diharapkan dapat menambah pemahaman terkait pembuatan bash shell script dan history bash shell pada OS Linux.

Daftar Pustaka/Referensi

https://www.belajarlinux.org/membuat-bash-script-linux/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar